Hypetoday.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah kini sedang diterpa badai ketidakpastian. Narasi dari pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) kabarnya memicu kegaduhan besar di kalangan pengusaha kecil.
Kepala BGN Nanik S. Deyang mendapatkan sorotan tajam karena pernyataannya dianggap menciptakan polemik luas. Pihak mitra menilai pernyataan tersebut menyebabkan disinformasi yang merugikan para pekerja di lapangan.
baca juga:Â Tresno Jalaran Soko Kulino! Nabila Maharani & Tri Suaka Rilis Album Baru Berawal dari Duet
Para pelaku UMKM yang menjadi mitra dapur SPPG meminta pemerintah memberikan perlindungan hukum yang jelas. Mereka menegaskan bahwa sektor UMKM wajib mendapatkan proteksi negara sesuai dengan aturan Perppu Cipta Kerja.
“Entitas UMKM sebagai mitra dapur SPPG bukannya musuh Pemerintah khususnya BGN serta tidak pantas dikatakan sebagai kelompok yang hanya berorientasi pada keuntungan,” tulis perwakilan mitra dapur dalam rilisnya.
Mereka justru menyebut diri sebagai Pengusaha Merah Putih yang rela berkorban modal demi anak bangsa. Investasi yang dikucurkan para mitra ini tidak main-main karena menyentuh angka miliaran rupiah secara mandiri.
Program ini bahkan telah menyerap 1,3 juta tenaga kerja baru dan melibatkan ratusan ribu petani lokal. Para mitra menilai kontribusi tersebut menjadi bukti nyata dukungan mereka terhadap program strategis nasional.
Salah satu isu utama yang muncul adalah perubahan skema pengembalian modal bagi investor di wilayah terpencil. Perubahan aturan secara sepihak ini membuat banyak investor merasa terjebak dan mengalami kerugian finansial yang nyata.

BGN juga menerbitkan aturan baru terkait grading atau penilaian kelayakan dapur setelah fasilitas selesai dibangun. Hal ini dianggap tidak adil karena parameter penilaian tidak transparan sejak awal proses kerja sama dimulai.
“Izin yang dikeluarkan oleh Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional dalam bentuk ID dapur adalah sah dan atas nama negara,” tegas para pengusaha.
Mereka mengingatkan bahwa ID SPPG tersebut sudah menjadi dasar bagi perbankan untuk mengucurkan kredit pembiayaan. Pergantian pimpinan di tubuh BGN seharusnya tidak mengabaikan hubungan hukum yang sudah lahir sebelumnya.
Manajemen transisi yang baik sangat diperlukan agar program strategis nasional ini tidak berujung pada sengketa hukum baru. Komunitas mitra dapur menyatakan tetap mendukung penuh program gizi nasional ini demi kesehatan anak Indonesia.
Namun, mereka menuntut perbaikan sistem agar kerja sama tetap berjalan seimbang serta saling menguntungkan.

[…] baca juga:Â Modal Miliaran Terancam Ambyar, Mitra Dapur SPPG Tagih Kepastian ke Badan Gizi Nasional! […]
[…] baca juga:Â Modal Miliaran Terancam Ambyar, Mitra Dapur SPPG Tagih Kepastian ke Badan Gizi Nasional! […]