Sunday, November 8, 2026

Terseret Polemik Massa Bayaran, Raffi Ahmad Tegaskan Tak Terlibat dalam Persiapan Acara

Aksi panggung bernuansa persatuan kepemudaan mendadak berubah menjadi skandal memalukan yang memicu gelombang kemarahan publik di media sosial. Pasalnya, perhelatan deklarasi Sumpah Pemuda Bundaran HI pada Kamis (29/10/2026) terbukti mengerahkan massa bayaran yang menyamar menggunakan jas almamater kampus ternama.

Pihak Polda Metro Jaya semula mengklaim kegiatan seremoni tersebut melibatkan sekitar seratus mahasiswa demi menangkal penyebaran berita bohong. Namun, aroma kejanggalan seketika tercium saat sejumlah peserta gelagapan ketika jurnalis mencecar nama kampus serta jurusan kuliah mereka di lokasi.

Sorotan publik kian memanas setelah video wawancara canggung para mahasiswa gadungan tersebut viral luas di berbagai platform digital. Selain itu, netizen berhasil membongkar identitas asli para pemeran bayaran yang sengaja disusupkan mengenakan atribut perguruan tinggi resmi.

FAKTA MAHASISWA PALSU DALAM DEKLARASI SUMPAH PEMUDA BUNDARAN HI

Sosok pria yang sempat mengaku bernama Dino dari BSI akhirnya menyerah dan membongkar kepalsuan identitasnya di hadapan publik. Sementara itu, pria bernama asli Bayu Setiadi ini secara terbuka mengakui bahwa dirinya sama sekali bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara (Undira).

“Saya Bayu Setiadi alias Dino. Saya di sini hendak mengklarifikasi bahwa saya bukan mahasiswa Universitas Dian Nusantara. Saya mengikuti acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI pada 29 Oktober 2026 berdasarkan undangan dari komunitas dan saya dibayar,” ungkap Bayu dalam video klarifikasi bersama organisasi kemahasiswaan Undira.

Skandal tersebut kian memalukan setelah pembaca narasi ikrar damai bernama Sari (22) terbukti berstatus sebagai mantan asisten rumah tangga. Alhasil, kemunculan wanita yang mengenakan jas almamater Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini memantik kecaman luar biasa dari civitas akademika.

KEMARAHAN KALANGAN KAMPUS DAN DUGAAN PENCEMARAN NAMA BAIK

Rektorat UBSI langsung bertindak tegas dengan membantah keras telah mengirimkan utusan delegasi mahasiswa ke Bundaran HI. Di sisi lain, akademisi sekaligus keluarga pendiri yayasan BSI mengecam keras pencatutan nama almamater tanpa izin tersebut.

“Dear Indonesia, you’re sick! Sebagai konteks, saya adalah dosen UBSI & ayah saya merupakan pembina yayasan BSI dan melihat almamater disalahgunakan seperti ini, jujur bagi saya ini udah termasuk ke pencemaran nama baik UBSI. Shame on you, duit aja yang dipikirin, kali-kali pake hati nurani!” tulis Ziko melalui akun Threads.

BACA JUGA: Nagita Slavina Terjun Langsung Majukan Sepak Bola Putri!

Penyalahgunaan simbol institusi pendidikan secara ilegal dinilai telah mencederai martabat gerakan mahasiswa asli yang murni memperjuangkan aspirasi rakyat. Kendati demikian, publik terus mempertanyakan siapa aktor intelektual yang mendanai dan menyuplai puluhan jas almamater kampus tersebut.

KLARIFIKASI UTUSAN KHUSUS PRESIDEN DAN PARA PESOHOR

Deretan figur publik ternama yang hadir di atas panggung ikut terseret dalam pusaran kecurigaan warganet. Selanjutnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad langsung merilis klarifikasi tertulis guna menepis keterlibatan teknis.

“Saya hadir dalam kegiatan deklarasi Sumpah Pemuda kemarin sebagai undangan yang informasinya baru saya terima pada malam sebelum acara. Saya tidak terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara, serta tidak mengetahui detail susunan acara dan pihak-pihak yang hadir,” kata Raffi Ahmad, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Kreator konten populer Willie Salim turut melayangkan permohonan maaf terbuka lantaran tidak memeriksa latar belakang kegiatan sebelum menyanggupi undangan. Oleh karena itu, sang pemengaruh menegaskan bahwa dirinya hadir secara cuma-cuma tanpa menerima imbalan bayaran dari panitia penyelenggara.

Penyelidikan independen warganet terus bergulir guna menuntut transparansi dari institusi kepolisian selaku pihak inisiator deklarasi. Sementara itu, polemik ini menjadi preseden buruk bagi pembinaan generasi muda yang ternodai oleh intrik mobilisasi massa settingan.

Hype Highlights:

      • Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI viral setelah terbukti mengerahkan massa bayaran berjas almamater kampus.
      • Peserta bernama Bayu Setiadi (alias Dino) dan pembaca ikrar bernama Sari mengakui dibayar untuk menyamar sebagai mahasiswa.
      • Dosen UBSI Ziko Harnadi mengecam keras aksi tersebut sebagai bentuk pencemaran nama baik institusi pendidikan.
      • Raffi Ahmad dan Willie Salim membantah terlibat dalam perencanaan acara serta mengaku hanya hadir sebagai tamu undangan.
yusuf
yusufhttp://www.hypetoday.id
Lelaki yang suka berpetualang dan bersosialisasi

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles