Bos Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali mencetak rekor finansial yang fantastis di panggung bisnis dunia. Kekayaan Elon Musk resmi menembus angka fantastis US$ 802 miliar atau sekitar Rp 14.275,6 triliun pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Lonjakan luar biasa ini terjadi setelah harga saham SpaceX meroket hingga 11,7 persen dalam sehari di bursa saham Wall Street.
Sementara itu, pria berusia 54 tahun yang memiliki 12 anak ini berhasil membalikkan keadaan finansialnya dengan sangat cepat. Pasalnya, nilai aset bersih sang taipan teknologi sempat merosot drastis di bawah US$ 700 miliar beberapa pekan lalu akibat tekanan pasar. Namun, ketangguhan ekosistem bisnisnya terbukti mampu mengembalikan pundi-pundi kekayaannya ke puncak secara instan.
Baca Juga:Â Harga Emas Dunia Melonjak Tajam Tembus Rekor, Investor Gen Z Wajib Pantau Arah Suku Bunga The Fed!
Kenaikan harga saham perusahaan antariksa tersebut bahkan menyentuh level tertinggi baru, yakni US$ 129 per lembar saham. Oleh karena itu, penguatan tajam ini langsung mengerek estimasi nilai kekayaan sang CEO secara signifikan dalam hitungan jam. Momentum positif ini sekaligus mengakhiri tren penurunan valuasi yang sempat membuat khawatir para investor global.
Kinerja Keuangan Melesat, Kekayaan Elon Musk Kembali Melonjak
Penguatan harga saham ini menyusul rilis laporan keuangan kuartalan perusahaan yang mencatatkan hasil sangat mengesankan. SpaceX membukukan pendapatan awal sebesar US 7,8 miliar atau setara Rp 138,84 triliun pada kuartal ini. Di samping itu, angka moncer tersebut sukses melampaui proyeksi awal para analis Wall Street yang berada di kisaran US 6,9 miliar.
Selain itu, manajemen perusahaan antariksa ini juga berhasil menekan angka
kerugian bersih secara drastis pada periode yang sama. SpaceX sukses memangkas
kerugian menjadi US 541 juta dari posisi periode sebelumnya yang sempat
menyentuh angka US 1 miliar. Efisiensi operasional yang matang menjadi kunci
utama di balik penurunan angka kerugian bersih tersebut.
Namun, pengeluaran modal perusahaan justru mengalami peningkatan tajam demi
melancarkan ekspansi teknologi masa depan. SpaceX mengalokasikan dana fantastis
mencapai US 15,8 miliar khusus untuk mengakselerasi pengembangan teknologi
kecerdasan buatan (AI). Total belanja modal perusahaan bahkan menyentuh angka US
18,3 miliar pada penutupan kuartal terakhir.
Starlink Jadi Mesin Uang Utama dan Pemicu Reli Pasar
Selanjutnya, unit bisnis internet satelit Starlink tampil sebagai motor
penggerak utama pertumbuhan omzet perusahaan milik Elon Musk ini. Pendapatan
Starlink bahkan melonjak hampir dua kali lipat pada kuartal kedua tahun ini
seiring meluasnya jangkuan pengguna global. Oleh sebab itu, manajemen optimis
pendapatan total SpaceX mampu menyentuh angka US$ 1 triliun pada tahun 2029
mendatang.
Di sisi lain, fenomena melonjaknya saham SpaceX terjadi bersamaan dengan reli
deretan saham teknologi papan atas dunia lainnya. Saham Palantir dan Microchip
Technology masing-masing melesat lebih dari 9% dan 14% pada sesi perdagangan
yang sama. Para investor memburu saham teknologi setelah pasar merespons negatif
laporan ketenagakerjaan AS yang memburuk.

Kinerja cemerlang SpaceX memberikan pengaruh yang sangat masif terhadap
kalkulasi total nilai aset bersih sang inovator. Pasalnya, Elon Musk memegang
kepemilikan saham yang cukup dominan, yakni sekitar 38 persen di perusahaan
eksplorasi luar angkasa tersebut. Alhasil, setiap kenaikan signifikan pada
valuasi saham SpaceX akan langsung mendongkrak posisi finansial pribadinya.
Pria yang pernah mencatatkan sejarah sebagai triliuner pertama pada Juni 2026
ini kian kukuh berdiri sebagai orang terkaya dunia. Meskipun nilai asetnya masih
berjarak dari rekor tertinggi US$ 1,45 triliun, tren positif ini membuktikan
dominasi sang taipan di industri global. Kini seluruh mata dunia menanti manuver
bisnis berikutnya dari sosok fenomenal ini.
