Pergerakan harga emas dunia melonjak tajam lebih dari 1 persen pada perdagangan Jumat (7/8/2026) hingga menembus level US$ 4.308,92 per ons troi. Penguatan masif ini mencatatkan rekor kenaikan mingguan terbesar bagi logam mulia tersebut sejak Januari 2026.
Lonjakan tersebut terjadi seiring meredanya kekhawatiran inflasi global pasca kesepakatan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pimpinan negara Paman Sam, Donald Trump, menyampaikan kepastian kepada para wartawan bahwa konflik bersenjata dengan Iran akan segera berakhir.
Faktor Pemicu Harga Emas Dunia Terus Meroket
Peredaan tensi geopolitik tersebut langsung memicu penurunan harga minyak mentah dunia sepanjang pekan ini. Oleh karena itu, penurunan harga energi secara otomatis meredakan tekanan inflasi sehingga pasar mengurangi spekulasi terhadap kenaikan suku bunga.
Sementara itu, para pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September 2026 turun menjadi 55 persen dari sebelumnya 67 persen. Selanjutnya, para investor global tengah menantikan rilis data ketenagakerjaan AS atau nonfarm payrolls (NFP) sebagai petunjuk utama arah kebijakan The Fed.
Baca Juga:Â Dolar AS Makin Perkasa! Nilai Tukar Rupiah Melemah Tembus Rp17.923
Di sisi lain, analis senior pasar keuangan dari Capital.com, Kyle Rodda, menyoroti pergerakan dinamis aset safe haven ini. Ia menilai respons positif pasar timbul karena sosok Ketua The Fed, Kevin Warsh, diprediksi bakal mengambil langkah ekonomi yang jauh lebih terukur.
“Pergerakan emas saat ini sangat dipengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed. Penurunan tipis probabilitas kenaikan suku bunga, ditambah keyakinan bahwa Ketua The Fed, Kevin Warsh, kemungkinan tidak akan seagresif yang diperkirakan sebelumnya dalam menaikkan suku bunga, telah mendorong harga emas lebih tinggi,” kata Kyle Rodda.
Sektor Logam Mulia Kompak Menguat Berjamaah
Selain pasar spot yang perkasa, kontrak berjangka emas AS juga melonjak 1,6 persen hingga mencapai level US$ 4.367,90 per ons troi. Sepanjang pekan ini saja, grafik komoditas emas secara keseluruhan telah meroket lebih dari 6,6 persen.
Tidak hanya emas, kilau logam mulia lainnya juga turut menguat secara signifikan pada penutupan pekan. Sementara itu, harga perak spot melesat 4,5 persen menjadi US 64,26 per ons troi, diikuti kenaikan platinum sebesar 2,4 persen ke angka US 1.770,20 per ons troi.

Selanjutnya, paladium melengkapi tren positif tersebut dengan menguat 2,3 persen hingga menduduki posisi US$ 1.401,71 per ons troi. Meskipun emas tidak memberikan imbal hasil langsung saat suku bunga tinggi, daya pikatnya kembali bersinar terang tatkala spekulasi suku bunga melandai.
Melihat tren bullish yang sangat solid ini, para investor muda patut mencermati dinamika ekonomi global secara berkala. Ke depannya, pergerakan harga emas dunia diperkirakan bakal terus menjadi fokus utama dalam strategi portofolio investasi anak muda masa kini.
