Sunday, November 8, 2026

Harga Pertamax Bakal Turun? Pengamat Bilang Pemerintah Wajib Turunkan BBM Nonsubsidi

Hypetoday.id – Kabar yang ditunggu banyak pengendara akhirnya mulai terlihat. Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax disebut berpeluang turun seiring merosotnya harga minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir.

Penurunan harga minyak global dipicu oleh kembali normalnya distribusi energi di Selat Hormuz, jalur penting yang menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Kondisi tersebut membuat pasokan minyak kembali lancar dan memengaruhi harga di pasar internasional.

Baca Juga: Jangan Cuma Cek Fisik! Orang Tua Juga Wajib Peka Sama Kesehatan Mental Anak

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai situasi saat ini menunjukkan pasokan minyak jauh lebih besar dibandingkan permintaan. Menurutnya, faktor itu menjadi penyebab utama harga minyak terus melemah.

“Transportasi minyak mentah dunia melalui selat hormus sebesar 20 persen saat ini sudah kembali normal. Sehingga bersamaan dengan dibukanya selat hormus, kemudian transportasi ini berjalan dengan lancar, membuat harga minyak mentah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Apalagi kita melihat bahwa saat ini terjadi oversupply,” kata Ibrahim.

Ia menjelaskan, kondisi kelebihan pasokan sebenarnya sudah terjadi bahkan sebelum ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat mengganggu jalur distribusi energi. Saat itu, permintaan minyak dunia juga sedang melambat sehingga harga sulit bertahan tinggi.

“Apa yang membuat harga minyak terjun bebas? Kita lihat bahwa sebelum terjadi penutupan selat hormus, permintaan minyak pun juga sedikit. Terjadi oversupply. Negara-negara anggota OPEC terus mengurangi produksinya,” tuturnya.

Foto: Illustrasi AI

Ketika konflik geopolitik sempat memanas dan Selat Hormuz ditutup, harga minyak langsung melonjak karena pasar khawatir terhadap pasokan global. Namun setelah jalur tersebut kembali dibuka, harga minyak kembali turun hingga berada di bawah angka 70 dolar AS per barel.

“Tetapi kita lihat setelah selat hormus ditutup, akibat komplit geopolitik membuat harga minyak melambung tinggi. Tetapi setelah dibuka ini membuat harga minyak di bawah USD70. Bahkan saat ini ditransasikan di USD69, ada kemungkinan besar di minggu depan akan ke USD65,” ungkapnya.

Menurut Ibrahim, kondisi tersebut membuka peluang besar bagi pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Sebab, harga minyak mentah dunia kini sudah berada di bawah asumsi yang digunakan dalam APBN.

“Nah, dari USD65 per barrel kemudian di pasaran harga minyak bervariasi, dijual di USD10 sampai USD30 per barrel, kemungkinan besar ini masih akan terus berlanjut di bulan Juli. Dan pemerintah wajib, bukan lagi tidak, wajib menurunkan PBM nonsubsidi, terutama adalah Pertamax, Pertamak Green, Pertamak Turbo, dan lain-lainnya. Karena harga sudah melampaui, sudah di bawah harga yang sesuai dengan APBN di USD70 per barrel,” jelasnya.

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles