Sunday, November 8, 2026

Cuaca Lagi Panas Banget? Kenali Tanda Heatstroke Sebelum Terlambat!

Hypetoday.id – Cuaca panas ekstrem yang belakangan melanda berbagai daerah bukan cuma bikin gerah, tapi juga bisa memicu gangguan kesehatan serius. Salah satu kondisi yang wajib diwaspadai adalah heatstroke atau sengatan panas yang dapat mengancam nyawa jika terlambat ditangani.

Heatstroke terjadi ketika suhu tubuh meningkat drastis hingga mengganggu fungsi organ penting, termasuk otak. Kondisi ini berbeda dengan heat exhaustion atau kelelahan akibat panas yang umumnya masih bisa ditangani sebelum berkembang menjadi lebih parah.

Baca Juga: Jangan Cuma Cek Fisik! Orang Tua Juga Wajib Peka Sama Kesehatan Mental Anak

Dokter spesialis kegawatdaruratan dan trauma dari Medanta Noida, Dr. Santosh Pandey, menjelaskan bahwa heatstroke merupakan kondisi darurat medis. Menurutnya, banyak orang masih sulit membedakan heatstroke dengan kelelahan akibat cuaca panas.

“Heat exhaustion dan heatstroke berada dalam spektrum yang sama, tetapi heatstroke merupakan keadaan darurat medis,” ujar Pandey, dikutip dari Hindustan Times.

Ia menjelaskan, penderita heat exhaustion biasanya masih sadar dan mampu merespons. Gejalanya meliputi tubuh lemas, pusing, sakit kepala, mual, kram otot, berkeringat berlebihan, hingga detak jantung yang meningkat.

“Tanda peringatannya meliputi kebingungan, disorientasi, bicara pelo, kejang, hilang kesadaran, atau perilaku yang tidak biasa,” jelasnya.

Pandey juga meluruskan anggapan bahwa penderita heatstroke selalu berhenti berkeringat. Menurutnya, seseorang yang mengalami heatstroke akibat aktivitas fisik berat justru masih bisa mengeluarkan banyak keringat.

“Kulit panas dan kering memang bisa menjadi tanda heatstroke yang sudah lanjut, tetapi tidak boleh dijadikan satu-satunya acuan diagnosis,” kata Pandey.

Foto: Illustrasi AI

Jika menemukan seseorang yang diduga mengalami heatstroke, segera pindahkan ke tempat yang teduh atau berpendingin udara sambil menghubungi layanan medis. Tubuh korban bisa didinginkan dengan handuk basah, kompres es di leher, ketiak, dan selangkangan, serta diberi minum sedikit demi sedikit jika masih sadar.

“Jangan memaksa memberi minum apabila korban kebingungan atau tidak sadar,” tegasnya.

Pandey menambahkan bahwa lansia, anak-anak, penyandang obesitas, penderita diabetes, penyakit jantung, gangguan ginjal, pekerja lapangan, hingga atlet menjadi kelompok yang lebih berisiko mengalami heatstroke. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi, memakai pakaian yang nyaman, mengurangi aktivitas berat saat cuaca sangat panas, dan segera beristirahat jika mulai muncul gejala seperti pusing, mual, sakit kepala, atau kelelahan berlebihan.

“Kurangi intensitas olahraga saat gelombang panas dan segera berhenti jika muncul pusing, kelelahan berlebihan, sakit kepala, mual, atau sesak napas yang tidak biasa,” pungkas Pandey.

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles