Sunday, November 8, 2026

Upacara HUT RI Heboh, Lucky Hakim Nyaris Dipeluk ODGJ

Upacara peringatan kemerdekaan di Alun-alun Indramayu mendadak viral setelah Bupati Lucky Hakim nyaris dipeluk ODGJ, Senin (17/8/2026). Kejadian menegangkan ini sontak memecah suasana khidmat saat prosesi sakral pengibaran Sang Saka Merah Putih tengah berlangsung.

Pasalnya, seorang wanita tak dikenal tiba-tiba merangsek masuk ke tengah lapangan terbuka yang penuh sesak oleh warga. Oleh karena itu, petugas keamanan gabungan langsung bertindak sigap mengadang pergerakan sang ibu sebelum sempat menerobos mimbar kehormatan.

Pria berusia 48 tahun yang juga mantan pesohor layar kaca ini tetap berdiri tegap tanpa membatalkan prosesi penghormatan kenegaraan. Selanjutnya, figur publik kelahiran Cilacap tersebut menceritakan kronologi mendebarkan saat sosok misterius itu berlari kencang menuju barisan utama.

Detik-Detik Aksi Nekat di Tengah Lapangan Upacara

Sementara itu, jajaran aparat keamanan bergerak cepat mengamankan sang wanita ke area belakang demi menjaga ketertiban prosesi. Sang bupati yang terkenal sebagai pencinta satwa ini pun mengaku hanya bisa menyimak suara kegaduhan tanpa menoleh ke belakang.

“Tadi saat prosesi pengibaran bendera, tiba-tiba ada ibu-ibu lari masuk ke arah tengah, histeris teriak, nggak tau mau apa, saya tidak tahu persis dari mana, karena lapangan terbuka untuk umum dan banyak penonton di sekeliling alun alun, semua peserta dan peserta sepertinya sedang fokus melihat tiang bendera,” ucap Lucky Hakim saat dihubungi awak media, Senin (17/8/2026).

 

Foto: Istimewa

“Saya sempet tanya, setelah acara, katanya ODGJ, saya kurang paham, tapi pastinya diamankan secara humanis lah, kan mau ODGJ atau tidak, selama tidak membahayakan maka kita perlakukan dengan baik dan selayaknya, kecuali memang misalnya membawa senjata tajam dan akan menyerang mungkin akan diproses lebih lanjut,, yaa ini ibarat kejutan unik aja hehehe,” bebernya.

Filosofi Menjemur Pejabat di Bawah Terik Matahari

Di sisi lain, perayaan HUT RI di Indramayu ini kian menyedot atensi publik karena sang bupati sengaja meniadakan tenda peneduh dan kursi khusus tamu undangan. Alhasil, seluruh jajaran birokrasi dan anggota dewan wajib berdiri tegap berjemur di bawah sengatan matahari selama dua jam penuh.

“Saya mohon maaf kepada para anggota Dewan, DPRD, pada para Pejabat, para petinggi , para elit, juga para tamu undangan yang terhormat nan mulia, saya tidak menyediakan kursi, malah saya mengajak semuanya sama sama berdiri dua jam di lapangan, tanpa hidangan, ninuman dingin nan buah-buahan, cemilan, maaf kan saya yang tidak memberikan tenda peneduh malahan saya membuat semua tamu undangan yang mulia untuk sama-sama merasakan panas tanpa AC tanpa tenda peneduh, sama-sama kita semua bersama peserta upacara, rakyat yang menonton, para pedagang, para media peliput, para penjaga, semuanya merasakan nikmatnya sinar matahari nan sehat ini, kita serap anugerah ilahi sinar matahari penuh dengan vitamin D,” jelasnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Jadi Tersangka Rp18 M, Lucky Hakim Ikut Terseret?

Selanjutnya, mantan suami artis Tiara Dewi ini sengaja merancang skenario tersebut demi menyuntikkan kepekaan sosial ke dalam sanubari para pejabat daerah. Ia mendorong para pembuat kebijakan agar selalu mengingat realitas perjuangan rakyat kecil yang bersimbah peluh setiap hari.

“Jadi ketika kita mengambil keputusan-keputusan penting untuk rakyat Indramayu di ruangan berAC, duduk di kursi nan nyaman dengan hudangan cemilan nikmat, kita akan ingat moment upacara agustusan ini yang bahwa di luar sana masyarakat juga lelah berdiri, dengan perut yg juga kadang masih lapar tapi harus bekerja di bawah terik matahari,” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles