Sunday, November 8, 2026

Rangkul 32 Provinsi, Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina Resmi Digelar

Panggung olahraga adu jotos tanah air kembali bergemuruh setelah Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina resmi dibuka demi menjaring talenta muda berbakat. Kejuaraan bergengsi ini memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sebagai lambang supremasi petinju amatir nasional.

Ratusan atlet belia dari 32 provinsi di seluruh pelosok Indonesia tampak sangat antusias memadati arena pertandingan sejak hari pertama dimulai. Langkah pembinaan terpusat ini menjadi momentum strategis bagi generasi muda untuk mengasah teknik bertarung menuju pentas dunia.

Selain itu, atmosfer kompetisi di atas ring terasa sangat membara berkat dominasi petarung usia remaja setingkat sekolah menengah atas. Gelaran ini menjadi sarana pembentukan mentalitas juara agar para atlet muda tidak mudah menyerah menghadapi persaingan global.

Menjaring Petarung Menuju Kancah Dunia

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam mendukung regenerasi atlet tinju secara berkesinambungan. Ia memandang kompetisi teratur merupakan syarat mutlak untuk melahirkan kembali ikon juara dunia baru dari bumi pertiwi.

“Hari ini kita dengan penuh sukacita memulai Kejuaraan Tinju Nasional ya, Tinju Amatir Nasional, yang diselenggarakan oleh PERTINA dalam rangka memperebutkan Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tahun 2024 ini. Terima kasih dan penghargaan kepada PERTINA, Ketumnya adalah Ibu Hillary Brigitta Lasut. Terima kasih kepada ketua panitia Kejurnas ini, Bapak Nolan Nasution, dan semua yang telah mendukung, termasuk dari KONI dan organisasi-organisasi lain yang juga ingin turut menyemarakkan sekaligus membangun prestasi tinju di tanah air,” ujar Agus Harimurti Yudhoyono saat ditemui di Pluit Village Mall, Jakarta, Senin (19/10).

“Saya bersama Mas Ibas dan para sahabat yang lain tadi bisa merasakan semangat dari para atlet kita, atlet-atlet muda, banyak yang usianya masih belasan tahun, SMA, kemudian yang baru merintis kariernya dalam tinju. Dan ini sebuah wahana yang sangat baik karena kita ingin melahirkan, mencetak, mempersiapkan atlet-atlet terbaik kebanggaan kita semuanya yang siap berlaga bukan hanya membawa bendera daerah masing-masing seperti hari ini datang dari tiga puluh dua provinsi ya? Tiga puluh dua provinsi seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Tapi pada saatnya membawa bendera Indonesia berkibar di kancah internasional, bukan hanya Asia Tenggara tapi juga Asia bahkan dunia,” lanjutnya.

BACA JUGA: Bawa Misi Kemanusiaan, Hillary Brigitta Lasut Pimpin Natal Nasional GEMPAR di Sulut

Oleh karena itu, federasi tinju nasional dinilai sukses menghadirkan wadah kompetisi yang inklusif bagi seluruh bibit unggul dari Sabang sampai Merauke. Para petarung daerah kini memiliki kesempatan nyata untuk unjuk kebolehan di hadapan para pemandu bakat nasional.

Kendati kepengurusan federasi kini dinakhodai oleh figur perempuan termuda, gebrakan pembaruan organisasi justru bergerak dengan sangat agresif. Sinergi yang solid bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) berhasil menjamin kelancaran standar pertandingan berkelas internasional.

Kesejahteraan Wasit dan Sportivitas Ksatria

Pria berusia 48 tahun tersebut turut menyoroti nasib para perangkat pengadil ring yang memegang peranan krusial dalam sebuah pertandingan. Kualitas pembinaan atlet berprestasi dinilai harus berjalan beriringan dengan jaminan finansial yang layak bagi para wasit serta hakim.

“Tadi kita lihat juga para hakim, wasit, yang semua harus kita dorong, bukan hanya atletnya, karena prestasi juga tidak lepas dari kesejahteraan para atlet dan juga para wasitnya. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan. Sekali lagi selamat, mudah-mudahan bisa menghadirkan sebuah sportivitas, sebuah semangat yang ksatria, tidak terbang ketika menang dan tidak patah ketika kalah, bangkit! Dan itulah semangat anak muda yang harus terus dibangun, bukan hanya di tinju, bukan hanya di olahraga, tapi juga dalam perjuangan dan pengabdiannya untuk masyarakat, bangsa, dan negara di Indonesia ini. Terima kasih,” tegasnya.

Sementara itu, penanaman jiwa ksatria menjadi nilai utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh petarung belia selama melakoni duel di atas kanvas. Kedewasaan menyikapi kekalahan dipandang sebagai fondasi karakter yang berharga bagi masa depan generasi muda bangsa.

Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

Di sisi lain, Hillary Brigitta Lasut selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) mengapresiasi perhatian besar para pemangku kebijakan terhadap kelangsungan agenda olahraga tarung. Politisi perempuan berusia 36 tahun ini meyakini gelaran olahraga mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian situasi global.

“Di saat ini dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian, tapi atlet-atlet dan anak-anak muda kita serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif tetap harus kita genjot. Dan ini adalah semangat yang sama yang kita share bersama dengan Pak Menko, Pak Wakil Ketua MPR. Dan saya berharap ini dapat memberikan inspirasi bagi pengembang olahraga di tingkat daerah sehingga tetap berjuang, bekerja, dan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tinju dan olahraga di daerah,” ungkap Hillary Brigitta Lasut.

Menko AHY bersama pengurus PP Pertina membuka Kejurnas Tinju Amatir yang diikuti ratusan atlet muda dari 32 provinsi di Indonesia.
Foto by hypetoday.id

“Karena atlet-atlet juga butuh kegiatan untuk bisa menaikkan jam terbang. Wasit-hakim butuh kesejahteraan untuk bisa tetap hidup dan mengembangkan ekonomi di keluarganya. Dan kami percaya ini akan dilihat sebagai suatu hal yang positif karena sangat ditunggu-tunggu oleh semua atlet dan bibit-bibit olahragawan di seluruh Indonesia,” Hillary Brigitta Lasut menambahkan.

Pasalnya, pembinaan atlet di tingkat daerah selama ini kerap terbentur oleh minimnya agenda kejuaraan kompetitif yang dapat menguji kesiapan fisik mereka. Kehadiran turnamen resmi berskala nasional ini menjawab kerinduan panjang komunitas tinju amatir di seluruh nusantara.

Alhasil, penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina menjadi angin segar bagi masa depan regenerasi cabang olahraga bela diri di tanah air. Jam terbang bertanding yang bertambah secara konsisten dipastikan mematangkan kemampuan bertarung para petinju muda menuju pentas bergengsi dunia.

Hype Highlights

      • Ajang Kejurnas Tinju Amatir PP Pertina resmi memperebutkan Piala Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
      • Kejuaraan diikuti ratusan atlet muda usia belasan tahun yang mewakili 32 provinsi di seluruh Indonesia.
      • Pemerintah dan pengurus pusat menekankan peningkatan kesejahteraan bagi para wasit dan hakim pertandingan tinju.
      • Turnamen dirancang sebagai sarana pembentukan mental ksatria anak muda sekaligus pendorong denyut ekonomi kreatif olahraga.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles