Jagat media sosial mendadak heboh setelah rekaman video penembakan penyu di Raja Ampat memicu kemarahan publik. Pasalnya, seorang instruktur selam warga negara asing (WNA) asal China membidik satwa langka tersebut memakai senjata bawah air jenis speargun dari jarak dekat.
Rekaman viral tersebut memperlihatkan aksi sang penyelam yang menembus tubuh penyu tanpa ragu. Selain itu, video ini menampilkan momen miris saat daging penyu malang itu langsung diolah menjadi hidangan santapan.
Bintang film ternama Prilly Latuconsina langsung meluapkan amarah besarnya usai menyaksikan kekejaman terhadap satwa laut tersebut. Namun, perempuan berusia 29 tahun yang mengantongi lisensi rescue diver internasional ini menilai perbuatan pelaku telah melampaui batas kewajaran.
Artis multitalenta tersebut membagikan ulang video kontroversial itu untuk mengetuk kesadaran warganet. “Melihat postingan ini benar-benar membuat aku marah,” tegas Prilly Latuconsina melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (15/9).
Sorotan Tajam Terhadap Penembakan Penyu di Raja Ampat
Penyelam bersertifikat internasional ini menganggap perburuan liar di kawasan konservasi perairan Papua Barat Daya sebagai kejahatan fatal. Oleh karena itu, ia menegaskan status hukum satwa purba tersebut yang wajib memperoleh perlindungan penuh dari semua pihak.
“Penyu adalah satwa yang dilindungi. Membunuh dan mengonsumsinya bukan sesuatu yang dianggap sepele apalagi dinormalisasi,” jelasnya.
Tuntutan Sanksi Tegas dan Blacklist bagi Pelaku
Alhasil, perempuan yang hobi menyelam ini mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah konkret. Selanjutnya, ia menginginkan proses investigasi berjalan tuntas guna menghukum turis asing yang merusak biota laut Indonesia.
Kendati demikian, ia menuntut sanksi sosial serta larangan menyelam permanen bagi WNA yang bersangkutan. “Tindakan ini harus ditindaklanjuti secara serius oleh pihak berwenang, dan menurut aku, pelakunya juga sudah seharusnya di-blacklist dari aktivitas diving!!!,” tambahnya.
Speargun yang pelaku gunakan sejatinya merupakan alat tangkap khusus bawah air dan bukan senjata api konvensional. Namun, penggunaan senjata tersebut untuk membantai satwa yang dilindungi jelas mencederai etika penyelaman internasional.
Menjaga Etika Menyelam dan Kelestarian Laut
Di sisi lain, Prilly melontarkan kritik pedas terhadap para penyelam yang tidak memiliki kepedulian lingkungan. Pasalnya, setiap orang yang menikmati keindahan bawah laut memikul tanggung jawab besar untuk merawat seluruh ekosistemnya.
Selain itu, ia memberikan pesan menohok bagi siapa saja yang mengabaikan keselamatan habitat bahari. “You don’t deserves access to the ocean if you can not respect the life wthin itu,” tutupnya dalam bahasa Inggris.
Hype Highlights:
- Instruktur selam WNA asal China viral usai terekam menembak seekor penyu memakai speargun dari jarak dekat di perairan Raja Ampat.
- Video tersebut juga memperlihatkan penyu yang diburu kemudian diolah menjadi makanan, memicu kecaman keras netizen.
- Prilly Latuconsina mengecam tindakan biadab tersebut dan menuntut pihak berwenang mem-blacklist pelaku dari seluruh aktivitas diving.
- Penyu merupakan satwa dilindungi undang-undang sehingga tindakan membunuh maupun mengonsumsinya merupakan pelanggaran hukum serius.
