Sunday, November 8, 2026

Massa Desak Kejati Tetapkan Tersangka 16 Milyar Tunjangan Rumah DPRD, Lucky Hakim Hanya Singgung Soal Sekolah Rakyat

Hypetoday.id – Lagi-lagi ada drama korupsi yang bikin kita elus dada. Kali ini datangnya dari Indramayu, dengan angka yang nggak kaleng-kaleng, Rp 16 miliar! Kasus ini lagi panas-panasnya dan nama Bupati Indramayu, Lucky Hakim, ikutan keseret buat dimintain tanggapan.

Jadi ceritanya, massa dari Gerakan Aktivis Penyelamat Uang Negara (Gapura) baru aja demo di depan Kantor Kejati Jawa Barat, Kamis (18/9/2025). Tuntutan mereka cuma satu: usut tuntas kasus dugaan korupsi tunjangan rumah DPRD Indramayu tahun 2022 dan segera tetapkan tersangkanya. Spill sedikit, kasus ini terjadi pas Wabup sekarang, Syaefudin, masih jadi Ketua DPRD.

Pihak Kejati Jabar sendiri udah konfirmasi kalau mereka lagi ngegas. Katanya, udah ada 29 orang yang diperiksa. Pokoknya, kasus ini udah naik ke tahap penyidikan, yang artinya udah serius banget.

Nah, pas wartawan coba ngejar Bupati Lucky Hakim buat nanya soal ini, jawabannya jujur bikin kaget. Alih-alih ngasih komentar panjang lebar, aktor yang sekarang jadi bupati ini malah pilih buat dodge the question alias ngeles.

Lucky Hakim ngasih jawaban yang super singkat dan jelas banget kalau dia nggak mau ikut campur urusan lama. Dia lebih milih fokus sama programnya sekarang.

Tuntutan mereka cuma satu: usut tuntas kasus dugaan korupsi tunjangan rumah DPRD Indramayu tahun 2022 dan segera tetapkan tersangkanya. Foto by hypetoday.id

“Mohon maaf, sebenarnya saat ini kita sedang membahas sekolah rakyat. Kalau soal yang anda tanyakan, saya belum tahu persis, apalagi kejadiannya di tahun ketika saya masih menjabat wakil dan bahkan saat itu saya mengundurkan diri,” ucapnya.

Sikap Lucky Hakim ini bisa dibilang skakmat buat yang nanya. Dia seolah ngasih sinyal, “Itu bukan urusan gue lagi, bro.” Apalagi dia nekenin kalau pas kejadian itu, posisinya lagi proses mundur dari jabatan wakil bupati.

Kasus ini sendiri emang problematik banget. Bayangin aja, tunjangan rumah buat DPRD itu totalnya Rp 16,8 miliar setahun. Ketua DPRD dapet Rp 40 juta sebulan, wakilnya Rp 35 juta, dan anggota Rp 30 juta. Angka segitu jelas bikin rakyat biasa cuma bisa geleng-geleng kepala.

Kita tunggu aja deh kelanjutan kasus ini. Apakah bakal ada tersangka baru yang diumumin? Dan apakah sikap Lucky Hakim yang pilih bungkam ini bakal jadi bumerang atau justru langkah yang cerdas? Stay tuned for the tea!

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles