Sunday, November 8, 2026

Masih Pakai Toga Pengacara, Penasihat Hukum Jadi Korban Diskriminasi

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendadak mencekam pada Kamis (23/7) siang tadi. Sekelompok massa nekat melakukan aksi kekerasan terhadap tim penasihat hukum di area publik pengadilan.

Empat pengacara resmi menjadi korban serangan fisik yang sangat agresif dan anarkis. Mereka baru saja melangkah keluar dari ruang sidang saat gerombolan massa mulai mengepung secara paksa.

Kericuhan ini kabarnya berawal dari ketidakpuasan massa terhadap jalannya agenda pemeriksaan saksi. Petugas keamanan menyebut tensi tinggi sudah terasa sejak perdebatan hukum berlangsung di hadapan majelis hakim.

Baca Juga: Demo di Polda Metro Jaya, Kuasa Hukum Desak Kasus Dugaan Malapraktik Segera Diusut Tuntas

Massa mulai melontarkan kata-kata kasar untuk menekan mental para pengacara tersebut secara terus-menerus. Situasi emosional ini menciptakan rasa trauma yang sangat mendalam bagi para penegak hukum tersebut.

Ledakan amarah massa baru benar-benar pecah sesaat setelah majelis hakim menutup persidangan hari ini. Gerombolan orang ini diduga sudah mengincar para pengacara untuk menjadi sasaran pelampiasan amarah mereka.

Serangan brutal ini terindikasi kuat sudah terorganisir dengan sangat rapi oleh kelompok massa tersebut. Saksi mata di lokasi melihat massa menandai pengacara yang masih mengenakan atribut toga lengkap.

Salah satu anggota kelompok massa terdengar berteriak lantang untuk memprovokasi rekan-rekannya melakukan kekerasan.

“Itu pengacara tua, kejar, gebukin!” teriak salah seorang dari kelompok massa tersebut.

Foto: Istimewa

Teriakan provokatif tersebut langsung memicu aksi baku hantam di tengah kerumunan publik pengadilan. Keempat advokat tersebut harus berjibaku menyelamatkan diri dari hantaman fisik yang datang membabi buta.

Aparat kepolisian segera bertindak cepat dengan membuat barikade perlindungan untuk meredam bentrokan yang kian meluas. Petugas mengevakuasi para korban ke area steril demi menghindari risiko luka fisik yang lebih parah.

Ilhamaganta bersama timnya berencana melaporkan insiden pengeroyokan ini ke Polda Metro Jaya dalam waktu dekat. Mereka mendesak agar para pelaku mendapatkan sanksi berat karena telah berani menghina institusi peradilan.

“Itu pengacara tua, kejar, gebukin!” ujarnya.

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles