Bakti Sosial Djarum Foundation bersama MilkLife dan Pemerintah Kabupaten Kudus sukses menggebrak Alun-Alun Simpang Tujuh lewat gelaran akbar MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 pada 29 hingga 30 Agustus 2026. Inisiatif kolaboratif ini memadukan edukasi gizi, pemeriksaan medis komprehensif, serta aneka hiburan interaktif guna mempercepat penurunan angka stunting menuju target nol persen pada 2030.
Gerakan bertajuk Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting ini terbukti efektif menekan prevalensi stunting di wilayah setempat dari 4,08 persen menjadi 3,04 persen dalam kurun dua tahun terakhir. Selain itu, capaian impresif tersebut kian memperkuat optimisme seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal tumbuh kembang anak secara berkesinambungan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang konsisten mengawal kesehatan masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Ia memandang edukasi sejak dini sebagai fondasi utama dalam mengubah kebiasaan hidup sehat masyarakat sehari-hari.
Tekad Pemkab Kudus Capai Target Nol Persen Stunting
Dalam sambutannya, sang kepala daerah menyoroti keberhasilan program pendampingan keluarga yang berdampak langsung pada penurunan kasus gagal tumbuh anak di wilayahnya. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama berkelanjutan yang terjalin sejak tahun 2024.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08% menjadi 3,04%. Artinya dengan adanya program ini sejak tahun 2024 dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” katanya.

foto: Istimewa
Sementara itu, pihak penyelenggara dari Bakti Sosial Djarum Foundation menyambut antusiasme tinggi warga dengan berkomitmen mendukung target Kudus bebas stunting pada 2030 mendatang. Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, menegaskan tekadnya untuk terus membiasakan orang tua memahami asupan nutrisi terbaik bagi buah hati mereka.
“Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tuturnya.
Ragam Layanan Medis Gratis dan Fasilitas Inklusif
Selanjutnya, festival tahun ketiga ini memfasilitasi masyarakat dengan layanan medis terpadu mulai dari ultrasonografi (USG) ibu hamil, penapisan anemia remaja, hingga konsultasi kesehatan jiwa bersama psikolog klinis. Tidak ketinggalan, para tenaga kesehatan turut menggelar pemeriksaan triple elimination guna mendeteksi penularan HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada ibu dan anak.
Lusi Rahmawati, seorang pengunjung asal Desa Ngembalrejo, merasakan manfaat besar setelah mendatangi stan Hunian Sehat dan pos pemantauan balita bersama keluarganya. Ibu dua anak ini merasa sangat terbantu dengan penjelasan medis yang mudah dipahami oleh masyarakat awam.
“Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas.,” ujar ibu dua anak tersebut.
Pendekatan Rekreasi Edukatif dan Panduan Nutrisi
Di sisi lain, Field Promotion Manager Danang Adityo Pramandaru sengaja merancang arena perhelatan dengan konsep rekreasi keluarga yang menyenangkan. Ia memadukan panggung hiburan dengan sosialisasi pentingnya konsumsi susu bergizi demi menunjang fase emas pertumbuhan anak.
“Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” ujarnya.
Baca Juga: Cetak Rekor Fantastis, Simak Deretan Drama Korea Populer Pilihan Penonton!
Kendati angka kasus di Kudus sudah melandai jauh di bawah batas standar WHO sebesar 10 persen, Kepala Dinas Kesehatan dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, tetap mengingatkan pentingnya pengawalan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dokter spesialis anak tersebut mendorong ibu hamil untuk mencukupi kebutuhan protein hewani melalui konsumsi daging merah seperti sapi, kerbau, kambing, dan ampela secara rutin.
Pasalnya, rangkaian festival juga dimeriahkan dengan lomba estafet isi piringku, jalan sehat keluarga, parade gizi, pertunjukan wayang humor, hingga undian berhadiah utama motor listrik Polytron Fox R 350. Pada akhirnya, keberhasilan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 menjadi bukti nyata bahwa integrasi hiburan dan edukasi medis sanggup mempercepat lahirnya Generasi Emas 2045 yang tangguh.
Ringkasan Poin Penting & Fakta Kegiatan:
- Nama Kegiatan: MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 (Tahun Ketiga).
- Waktu & Lokasi: 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah.
- Inisiator Kolaborasi: Bakti Sosial Djarum Foundation, MilkLife, dan Pemerintah Kabupaten Kudus.
- Penurunan Angka Stunting: Turun signifikan dari 4,08% menjadi 3,04% (jauh di bawah batas aman WHO 10%).
- Target Wilayah: Menuju Zero Stunting Kabupaten Kudus pada tahun 2030.
- Layanan Kesehatan: USG kehamilan, screening anemia & triple elimination (HIV, Sifilis, Hepatitis B), konsultasi psikolog klinis, dan tumbuh kembang anak.
- Rangkaian Pra-Acara: Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) melibatkan 2.311 peserta di 4 desa, serta Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB).
