Sunday, November 8, 2026

Bukan Cuma Susu, Dokter Ungkap Kunci Pencegahan Stunting di Kudus Lewat Daging Merah!

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus bersama Bakti Sosial Djarum Foundation membeberkan strategi krusial pencegahan stunting di Kudus melalui pemenuhan gizi protein hewani selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Langkah terpadu ini mencuat dalam gelaran MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus pada 29 hingga 30 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, menegaskan bahwa penanganan stunting wajib menyasar akar masalah sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, dokter spesialis anak tersebut mengapresiasi penurunan prevalensi stunting di wilayahnya yang kini menyentuh angka 3,04 persen atau jauh melampaui standar batas maksimal WHO sebesar 10 persen.

Pasalnya, pemenuhan gizi mikro dan makro secara seimbang menjadi benteng pertahanan utama dalam mencegah gangguan pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif balita. Kendati demikian, para ibu hamil dan calon pengantin dituntut lebih disiplin mengonsumsi makanan padat nutrisi demi memutus rantai anemia.

Rekomendasi Menu Daging Merah dan Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Oleh karena itu, otoritas kesehatan mendorong masyarakat setempat untuk memperbanyak konsumsi pangan hewani lokal yang kaya zat besi dan seng. dr. Abdul Hakam menganjurkan konsumsi daging merah seperti sapi, kerbau, kambing, serta jeroan bergizi seperti ampela secara teratur setiap pekannya.

“Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,” sambungnya.

Sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat di MilkLife Keluarga Sehat 2026.
foto: Istimewa

Sementara itu, pihak medis juga mewajibkan pengawalan sanitasi pemukiman yang bersih guna menekan risiko infeksi berulang pada anak. Faktor lingkungan yang higienis dinilai berbanding lurus dengan kelancaran penyerapan nutrisi dalam tubuh balita.

Deteksi Dini Penyakit Lewat Fasilitas Triple Elimination

Selanjutnya, fasilitas festival turut menyediakan serangkaian uji laboratorium preventif seperti penapisan triple elimination untuk membendung transmisi penyakit berbahaya dari ibu ke janin. Para ibu hamil juga mendapatkan akses gratis layanan ultrasonografi (USG) dan konsultasi tumbuh kembang balita secara intensif.

Lusi Rahmawati, seorang ibu dua anak asal Desa Ngembalrejo, mengaku memperoleh wawasan medis baru setelah menjalani pemeriksaan penapisan anemia di lokasi acara. Ia merasa sangat terbantu oleh arahan tenaga medis yang menjelaskan status kesehatannya secara gamblang.

Baca Juga: Cetak Generasi Bebas Stunting, Intip Keseruan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026!

“Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas.,” ujar ibu dua anak tersebut.

Sinergi Program Terpadu Menuju Target Zero Stunting

Di sisi lain, kepedulian terhadap kesehatan mental keluarga juga terakomodasi melalui hadirnya posko konsultasi psikolog klinis di arena festival. Pendekatan holistik ini memastikan para orang tua mampu mengasuh anak dalam lingkungan emosional yang stabil dan positif.

Alhasil, pemerintah daerah optimistis target nol kasus stunting pada tahun 2030 dapat tercapai secara bertahap melalui kolaborasi berkesinambungan. Kepedulian generasi muda dalam menerapkan pola makan bergizi tinggi kini menjadi kunci utama dalam melahirkan generasi penerus yang unggul dan berdaya saing.

Ringkasan Poin Penting & Edukasi Medis:

  • Fokus Edukasi: Pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan konsumsi protein hewani.
  • Menu Rekomendasi: Daging merah (sapi, kerbau, kambing) dan ampela dikonsumsi 3–5 kali seminggu untuk ibu hamil.
  • Capaian Wilayah: Prevalensi stunting Kabupaten Kudus mencapai 3,04% (Standar maksimal WHO di bawah 10%).
  • Layanan Skrining Medis: USG kehamilan, skrining anemia, dan tes Triple Elimination (HIV, Sifilis, Hepatitis B).
  • Narasumber Medis: dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus).

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles