Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana kebijakan pembatasan pembelian Pertalite bagi masyarakat kelas atas di seluruh Indonesia. Kebijakan strategis ini menyasar kelompok ekonomi tertentu guna memastikan penyaluran subsidi energi dan bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.
Pemerintah siap menerapkan aturan baru ini secara bertahap agar tidak mengejutkan publik. Selain itu, fenomena ini membuat istilah desil makin sering memicu rasa penasaran masyarakat luas.
Baca Juga:Â Bea Cukai Tak Larang Bawa Emas ke Luar Negeri, Asalkan Patuhi Syarat Resmi Ini!
Dilansir dari laman resmi Kelurahan Ngunut, Gunungkidul, desil merupakan metode membagi masyarakat menjadi sepuluh kelompok tingkat kesejahteraan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengelompokan ekonomi ini sangat penting agar kamu mengetahui posisi finansial keluargamu.
Mengenal Arti Desil 1 sampai 10 dalam Penyaluran Bansos
Berikut adalah tingkatan kesejahteraan masyarakat berdasarkan pengelompokan desil dari yang terendah hingga tertinggi:
- Desil 1 (Sangat Miskin): Kelompok ini berada di tingkat ekonomi terbawah dengan pekerjaan tidak stabil dan pendapatan tidak menentu. Oleh karena itu, Desil 1 menjadi prioritas utama penerima bansos reguler.
- Desil 2 (Miskin): Kelompok ini memiliki pendapatan rendah dan tidak punya tabungan cadangan yang memadai. Akibatnya, mereka sangat rentan terhadap lonjakan harga bahan pokok.
- Desil 3 (Hampir Miskin): Kelompok ini belum masuk kategori miskin ekstrem namun tetap berisiko tinggi. Selain itu, mereka bisa langsung jatuh miskin jika mendadak terkena PHK.
- Desil 4 (Rentan Miskin): Kondisi ekonomi kelompok ini relatif lebih stabil dibanding desil di bawahnya. Namun, mereka masih memerlukan bantuan sosial saat mengalami kondisi darurat.
- Desil 5 (Pas-pasan): Kelompok ini umumnya memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan yang cukup untuk kebutuhan dasar. Meskipun demikian, keuangan mereka masih terbilang terbatas untuk jenis bantuan tertentu.
- Desil 6 (Menengah): Kelompok ini sudah tergolong cukup sejahtera dengan pendapatan bulanan yang stabil. Oleh sebab itu, Desil 6 tidak menjadi prioritas penerima bansos reguler.
- Desil 7 (Menengah Atas): Kelompok ini memiliki tingkat ekonomi yang mandiri dan aman dari risiko kemiskinan. Di sisi lain, mereka mulai memiliki aset serta tabungan yang memadai.
- Desil 8 (Sangat Sejahtera): Kelompok ini menikmati taraf hidup tinggi dengan kemampuan finansial yang sangat kuat. Oleh karena itu, mereka sama sekali tidak membutuhkan bantuan sosial dari pemerintah.
- Desil 9 (Kaya): Kelompok ini memiliki daya beli sangat tinggi dan gaya hidup yang tergolong mewah. Selanjutnya, pemerintah membidik kelompok ini dalam rencana larangan membeli Pertalite.
- Desil 10 (Sangat Kaya/Mewah): Kelompok ini berada di puncaknya strata ekonomi masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, Menkeu Purbaya dengan tegas melarang kelompok ini menggunakan BBM bersubsidi.

Sifat Dinamis Data Kesejahteraan Masyarakat
Namun, masyarakat perlu mengetahui bahwa status desil ekonomi ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pemerintah pusat terus memutakhirkan data melalui verifikasi faktual dan pemutakhiran survei kementerian terkait.
Pada akhirnya, memahami arti desil 1 sampai 10 membantu masyarakat menyikapi arah kebijakan ekonomi pemerintah secara bijak. Yuk, cek posisi desil keluargamu untuk memastikan hak dan kewajiban dalam program pemerintah!
