Sunday, November 8, 2026

Gandeng Woko Channel, Film Horor Komedi Piye To Kih Siap Mengocok Perut

Rumah produksi Miracle Pictures resmi meluncurkan cuplikan trailer perdana untuk proyek layar lebar terbarunya, film horor komedi Piye To Kih. Film drama romansa supranatural ini langsung menyita perhatian penonton muda karena mengangkat kisah asmara tak lazim antara manusia dan arwah gentayangan.

Langkah berani ini memadukan fenomena kreator konten daerah Woko Channel dengan deretan bintang film nasional papan atas. Peluncuran materi promosi resmi tersebut menjadi penanda awal menuju penayangan serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026 mendatang.

Selain itu, tajuk film ini meminjam ungkapan bahasa Jawa yang menggambarkan situasi rumit saat seseorang menghadapi kejadian tak terduga. Narasi ceritanya menyoroti nasib tokoh Mukidi yang mendapati rencana pernikahannya kandas di tengah jalan.

Filosofi Kerumitan Cinta Lintas Dimensi

Sutradara film asal Ponorogo tersebut membeberkan makna mendalam di balik pemilihan judul yang terdengar sangat menggelitik di telinga publik.

“Jadi, ‘piye to kih’ itu dalam bahasa Jawa itu artinya sebuah… ungkapan… kalimat yang menggambarkan sebuah situasi di mana kita menemukan sesuatu yang di luar dari apa yang kita perkirakan. Jadi bisa dibilang kerumitan, ruwet, keruwetan, dan lain sebagainya. Nah, kalau judul Piye To Kih kita tanamkan atau tempelkan di film ini karena memang sebenarnya kita akan menunjukkan sebuah… kisah yang cukup kompleks gitu ya,” ujar Ito Mavin saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

“Jadi mungkin boleh dicatat teman-teman, karena ini adalah fokusnya kita. Jadi bayangkan seseorang menjalin hubungan atau terlibat hubungan romansa dengan seorang perempuan, di mana perempuan ini sudah beda alam, beda agama pula, gitu. Tapi sebenarnya yang pengin kita sampaikan ke penonton lebih besar daripada itu. Jadi kita pengin bicara tentang bagaimana manusia memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu gitu,” lanjutnya.

BACA JUGA: Angkat Mitos Batak, Film Horor Medis Begu Ganjang Hadirkan Teror Baru

Oleh karena itu, interaksi antara Mukidi dan sosok hantu bernama Sukma dirancang sebagai cermin introspeksi diri bagi para penonton modern. Cerita ini menekankan pesan moral tentang pentingnya mengenali nilai diri sendiri ketimbang memaksakan menjadi sosok lain demi mengejar cinta.

Kendati dibalut humor kedaerahan yang sangat kental, sang kreator memastikan lelucon dalam film tidak berniat menyinggung ranah keyakinan agama tertentu. Kelucuan murni berfokus pada kekonyolan nasib tokoh utama yang terjebak dalam dilema cinta beda dunia.

Kolaborasi Fenomenal Talenta Daerah dan Ibu Kota

Aktris muda Dara Sarasvati membeberkan alasannya menerima tawaran bermain sebagai hantu perempuan yang memiliki pergulatan batin cukup emosional.

“Karakter Sukma di sini itu mewakili perempuan-perempuan… enggak cuman remaja-remaja ini, termasuk gue juga remaja, yaitu tentang bagaimana kita tuh perempuan sering kali… apa ya? Mengorbankan tentang waktu, tentang cinta yang kita tawarkan secara tulus. Terus kemudian ada beberapa adegan-adegan komedi, tapi maknanya lebih dalam daripada sekadar komedi itu. Dan mungkin ini kalau bahasanya yang lagi apa ya, relate dengan anak-anak zaman sekarang, you don’t have to be somebody different just to fit in. Kira-kira seperti itu,” tuturnya.

Film horor komedi Piye To Kih menghadirkan kisah cinta lintas dimensi dengan sentuhan komedi khas Jawa, dibintangi talenta daerah dan ibu kota.
Foto by Miracle Pictures

Sementara itu, proses penyatuan rasa antarpemain membutuhkan pendekatan personal yang intens selama masa latihan naskah berlangsung. Dara mengaku sempat mengajak pemeran Mukidi, Heri Candra, untuk menikmati secangkir kopi bersama demi membangun kenyamanan sebelum kamera berputar.

Pasalnya, sebagian besar pemain utama merupakan figur kreator YouTube asal Kediri yang baru pertama kali mencicipi industri film skala nasional. Pertemuan talenta lokal dengan artis metropolitan seperti Devina Aureel dan Gabriella Desta justru menghadirkan kombinasi komedi yang sangat segar.

Empat Tembang Ambyar dan Tur Promosi

Kekuatan emosional alur cerita kian dipertegas lewat kehadiran empat lagu tema orisinal gubahan musisi lagu pop Jawa, Lek Dahlan. Deretan tembang sendu tersebut meliputi Sigaran Nyowo, Kelangan, Gemati, serta lagu utama bertajuk Piye To Kih.

“Bikin aransemen untuk bikin lagu ini sekitar dua minggu ya Mas Ito ya? Dua minggu, Mas. Karena waktu bikin aransemen itu saya stres, benar-benar stres, karena bingung caranya untuk meminta antara manusia dan setan tadi. Mas Ito bilang, ‘Bisa nggak dibikin ada suara-suara suara hantu?’ gitu. Nah, itu tantangannya sangat luar biasa berat buat saya. Tapi alhamdulillah selesai,” jelasnya.

Alhasil, rumah produksi telah mengagendakan rangkaian tur promosi keliling ke 17 kota besar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai 22 Oktober mendatang. Acara nonton bareng spesial ini menyambangi berbagai institusi kampus dan sekolah sebelum menggelar penayangan perdana di Kediri dan Jakarta.

Sajian film horor komedi Piye To Kih siap meramaikan layar lebar nasional dengan menghadirkan perspektif hiburan rakyat yang bernilai edukatif tinggi. Penonton dapat merasakan langsung perpaduan tawa, misteri, dan kehangatan keluarga ini serentak di bioskop mulai pertengahan November mendatang.

Hype Highlights:

      • Film horor komedi Piye To Kih mengangkat kisah romansa unik antara manusia dan hantu yang terhalang sekat beda dimensi serta beda keyakinan.
      • Menggandeng para pemeran utama sketsa komedi populer Woko Channel asal Kediri ke layar lebar nasional.
      • Mengusung empat lagu orisinal ciptaan maestro musik ambyar Lek Dahlan untuk memperkuat nuansa emosional cerita.
      • Menggelar tur promosi dan pemutaran spesial di 17 kota sebelum resmi tayang serentak di bioskop pada 19 November 2026.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles