Sensasi boy group asal Negeri Sakura kembali menginjakkan kaki di Jakarta setelah tiga tahun lamanya dinantikan oleh ribuan penggemar setia. Momen nostalgia ini terasa kian istimewa lantaran Psychic Fever hadirkan album Different yang baru saja mereka lepas ke pasaran.
Kendati sempat terkejut dengan cuaca terik ibu kota setibanya dari Thailand, semangat ketujuh pemuda energik ini sama sekali tidak surut. Mereka langsung membagikan keceriaan dan antusiasme tinggi untuk menjalin koneksi yang lebih erat bersama para fans lokal.
Sang leader bersuara merdu pun langsung mengungkapkan kerinduannya yang mendalam terhadap atmosfer hangat penikmat musik tanah air.
“Senang sekali bisa kembali setelah 3 tahun. Waktu itu tampil di Japan Festival. Senang sekali bisa kembali ke tempat yang banyak kesannya,” ujar Kokoro saat ditemui di kegiatan Psychic Fever Press Conference in Jakarta, FX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/10).
Kenangan Manis Konser Tiga Tahun Silam
Penyanyi karismatik lainnya turut mengamini betapa membekasnya sambutan luar biasa dari para penggemar Indonesia di masa lalu. Dirinya masih mengingat jelas bagaimana gemuruh suara penonton ikut bernyanyi bersama mengiringi aksi panggung mereka.
“Waktu 3 tahun yang lalu bisa perform di sini bersama para fans terasa sekali energinya, nyanyi bareng, nyanyi bersama, itu kenangan yang sangat menyenangkan,” tutur Ryoga.
BACA JUGA:Â Suhu Ekstrem Bikin Stres, Cuaca Panas Picu Emosi Lewat Lonjakan Hormon
Selain itu, kembalinya mereka kali ini membawa bekal jam terbang yang jauh lebih matang dibanding kedatangan perdana dahulu. Grup yang bernaung di bawah naungan agensi raksasa Jepang ini telah menuntaskan berbagai rangkaian tur dunia berskala masif.
Rapper andalan grup memaparkan lompatan karier mereka yang signifikan, baik dari segi musikalitas hip hop maupun penguasaan panggung live.
“Setelah 3 tahun kami sempat tur ke Amerika, di Jepang kami tur 3 kali. Kami merasa semakin meningkat. Kami juga mengalami banyak perubahan menuju yang lebih baik, dari segi musikal RnB ataupun Hip hop,” beber Jimmy.
Konsep Visual Menawan Nuansa Y2K
Sementara itu, Psychic Fever hadirkan album Different dengan suguhan visual yang tak kalah memikat lewat video musik “If You’re Mine”. Karya visual tersebut secara cerdas menggabungkan gaya busana awal tahun 2000-an dengan aksi koreografi modern berlatar pesawat terbang.

Foto by hypetoday.id
Alhasil, video musik anyar ini langsung menuai pujian luas karena dianggap menjadi sekuel spiritual dari tembang viral mereka terdahulu. Salah satu anggota lincah grup tersebut pun menegaskan konsep unik yang diusung dalam proyek klip terbaru itu.
“Untuk video klip If You’re Mine, ini kayak part 2 dari yang Just Like That. Di sini kami ambil unsur-unsur Y2K, 2000-an. Semoga kalian menikmatinya,” kata Tsurugi.
Menghargai Perbedaan Lewat Karya
Di sisi lain, seluruh personel sepakat bahwa konsep utama rilisan anyar ini bertumpu pada perayaan atas keunikan masing-masing individu. Lagu “Cinderella Pt. 2” bahkan membawa pesan mendalam mengenai standar kecantikan autentik tanpa kepalsuan bagi para pendengarnya.
Oleh karena itu, perbedaan karakter vokal dan tarian di antara ketujuh penampil justru menjadi daya pikat utama yang paling memesona di atas pentas. Vokalis berambut pirang grup menambahkan bahwa energi keberagaman inilah yang membuat karya mereka terasa sangat magis bagi pendengar Gen Z.
“Di album ini ada keajaiban dan sisi unik yang dapat diambil. Different itu kan artinya perbedaan, tapi perbedaan itu justru tetap menjadi satu dan tetap bersama-sama,” pungkas Kokoro.
Hype Highlights:
-
-
- Psychic Fever menyapa kembali penggemar Jakarta setelah 3 tahun pascapenampilan perdana di Japan Festival.
- Membawa album kedua Different yang berisi 10 lagu setelah sempat menjalani tur di AS dan 3 kali tur di Jepang.
- Video musik lagu utama “If You’re Mine” mengusung estetika Y2K sebagai penerus single viral “Just Like Dat”.
- Para personel menegaskan pesan utama album tentang menyatukan keberagaman karakter menjadi sebuah karya yang harmonis.
-
