Sineas ternama tanah air resmi memperkenalkan babak teranyar semesta teror saat film horor The Doll Ghawiah menggelar malam pemutaran perdananya. Prekuel ambisius garapan rumah produksi Hitmaker Studios ini langsung memantik rasa penasaran publik berkat standar produksinya yang naik kelas.
Pasalnya, film layar lebar ini menelan biaya produksi fantastis hingga digadang-gadang setara dengan modal penggarapan tiga judul horor bioskop reguler. Pihak studio secara khusus memesan kerangka boneka langsung dari para pengrajin Bali serta mendatangkan teknologi animatronik canggih dari Amerika Serikat.
Selain itu, sang produser bertangan dingin sengaja merombak wujud entitas mistis boneka Ghawiah agar terlihat lebih menggemaskan di luar namun menyimpan teror mematikan di dalam. Langkah visual ini diambil demi membedakan karyanya dari stereotipe boneka seram konvensional yang kerap muncul pada film kelas dua.
Eksplorasi Konsep Sinematik Kelas Atas
Petinggi rumah produksi tersebut membeberkan alasan artistik di balik evolusi teknologi boneka yang kini mampu berbicara dan berekspresi secara alami di depan kamera.
“Dan karena kita memang sudah di 2026, kenapa kita mau buat dia bisa ngomong dan move, tapi tidak jalan-jalan seperti The Doll 3? Kita enggak mau bikin konsepnya kayak Chucky yang di mana it’s a B-movie, kita masih mau bikinnya yang A-movie. Jadi kita bikin dia enggak jalan-jalan, tapi kita bikin dia bisa ngomong, karena kalau enggak, it’s also boring. Karena sudah 2026 kan ya, kalau cuman ada sebuah boneka yang cuma duduk aja, sebagai film kurang sinematik. Jadi kita bikinnya ke sana, kenapa dia bisa ngomong. Dan kita juga cari Uci-nya yang aktingnya ber-layer dan sangat bagus. Dan dia, Uci, meningkatkan cerita ini dari sekadar hantu menjadi sebuah soul yang sakit dan kita bisa merasa dengan aktingnya Uci. So, good job,” ujar Rocky Soraya saat ditemui di Gala Premiere film The Doll Ghawiah, di XXI Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (16/10).
BACA JUGA: Uci Flowdea ke Paris hingga Amsterdam, Berburu Tas Hermès Sekaligus Lobi Bisnis
Oleh karena itu, keterlibatan aktris cilik Fara Shakila sebagai perwujudan arwah Uci dinilai sukses menghidupkan lapisan trauma emosional yang amat menyentuh. Penampilan berbobot sang talenta muda berhasil mengubah premis arwah gentayangan menjadi sosok jiwa yang terluka dan butuh pemahaman.
Kendati demikian, pihak produser memilih merahasiakan angka pasti pembengkakan modal produksi yang digelontorkan untuk merealisasikan proyek akbar ini. Ia hanya mengisyaratkan bahwa biaya pembuatan satu film terbarunya sanggup mendanai beberapa proyek film horor lokal lainnya sekaligus.
Pembangunan Set Rumah Kaca Raksasa
Sementara itu, keseriusan pihak studio tampak nyata melalui adegan pertarungan puncak yang berlangsung di sebuah set rumah kaca seluas lapangan tenis. Fasilitas bangunan kaca raksasa tersebut sengaja dibangun secara nyata demi dihancurkan secara dramatis saat klimaks perkelahian berlangsung.
Nakhoda penyutradaraan dipercayakan sepenuhnya kepada Guntur Soeharjanto yang membawa sentuhan estetika visual baru ke dalam jagat sinematik legendaris ini. Sutradara kawakan tersebut berhasil meracik atmosfer teror mencekam secara perlahan jauh sebelum penampakan fisik boneka menyeruak ke layar bioskop.

Foto poster by instagram @hitmakestudios
Alhasil, perpaduan unsur laga mendebarkan dan bumbu misteri thriller sukses menyajikan pengalaman sinema yang belum pernah disaksikan pada seri-seri terdahulu. Produser film pun merasa sangat puas atas keputusan strategis menyerahkan kursi kepemimpinan penyutradaraan kepada sang rekanan kreatif.
Perilisan Global dan Format Khusus
Di sisi lain, karya sinema prestisius ini dipastikan bakal melebarkan jangkauan distribusinya hingga ke pasar internasional di Eropa dan Amerika melalui layanan streaming. Khusus di kawasan Asia Tenggara dan Rusia, tayangan berbalut cerita mitos lokal ini akan melenggang secara masif di bioskop komersial.
Film horor The Doll Ghawiah dijadwalkan mengentak bioskop tanah air mulai 29 Oktober 2026 mendatang. Penonton bahkan dapat menikmati dentuman audio dan ketajaman visualnya lewat layar raksasa format IMAX demi sensasi horor yang jauh lebih nyata.
Hype Highlights:
-
-
- Film horor The Doll Ghawiah menelan bujet produksi fantastis yang setara dengan pembuatan tiga film horor lokal reguler.
- Menghadirkan teknologi boneka animatronik canggih asal Amerika Serikat yang dipadukan dengan kerajinan perajin lokal Bali.
- Membangun set rumah kaca riil berukuran lapangan tenis khusus untuk adegan aksi laga puncak yang dramatis.
- Mulai tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 29 Oktober 2026 termasuk penayangan dalam format layar IMAX.
-
