Megabintang Argentina, Lionel Messi, langsung memacu langkah kembali ke kampung halamannya di Rosario. Pria berusia 39 tahun tersebut menyempatkan diri untuk menghaturkan penghormatan pamungkas kepada sang ayahanda, Jorge Messi, yang berpulang setelah berjuang melawan komplikasi penyakit menahun.
Kapten tim Inter Miami itu tentu tidak terbang sendirian menuju kawasan Amerika Selatan. Bersama sang permaisuri, Antonela Roccuzzo, serta ketiga buah hati mereka—Thiago, Mateo, dan Ciro—keluarga mendiang segera merapat ke lokasi begitu menerima kabar duka tersebut melalui jet pribadi.
Sanak keluarga menyelenggarakan prosesi persemayaman secara sangat tertutup di Sanatorio, Rosario, pada Sabtu waktu setempat. Langkah berbelasungkawa ini sengaja mereka tempuh demi menjaga privasi serta ketenangan seluruh kerabat dekat yang sedang ditinggalkan.
Suasana Duka dan Penghormatan Terakhir di Rosario
Otoritas setempat bahkan memblokir akses area pemakaman bagi khalayak umum sejak tengah hari. Meskipun demikian, barisan suporter fanatik tetap menyemut di area luar kompleks bandara hingga sekitar lokasi penguburan.
Massa pendukung mengular sembari menyuarakan nyanyian penyemangat untuk sang pahlawan lapangan hijau. Kehadiran mereka menegaskan betapa masyarakat Rosario merengkuh erat duka mendalam yang menyelimuti megabintang kesayangan mereka tersebut.
Baca Juga:Â Gak Mau Kalah dari Singapura, Agentic AI di Indonesia Lagi Naik Daun!
Lautan simpatisan tersebut terus mengalirkan energi positif dan doa yang tak putus-putus. Oleh karena itu, gelombang empati publik ini terasa sangat berarti bagi keluarga besar sang pesepak bola di masa-masa sulit.
Sosok Paling Berpengaruh dalam Karier Sang Megabintang
Semasa hidupnya, Jorge Messi menggenggam peran yang sangat krusial dalam menemani ikhtiar sang anak meniti karier profesional. Beliau tidak sekadar bertindak sebagai figur orang tua, melainkan juga bertindak selaku agen yang mengawal langkah Messi menembus puncak dunia.
Kenangan paling membekas terukir indah sewaktu Jorge menyaksikan langsung momen bersejarah di Qatar. Kala itu, putra kebanggaannya berhasil merengkuh trofi Piala Dunia 2022 yang menjadi puncak kejayaan tertinggi dalam panggung sepak bola internasional.
Salah satu kerabat dekat keluarga mengonfirmasi bahwa mendiang telah mengabdikan seluruh jiwa dan raganya demi kesuksesan sang anak. “Beliau selalu memprioritaskan impian Leo sejak anaknya masih menimba ilmu di Akademi Newell’s Old Boys,” ungkapnya.
Berita bahwa Jorge Messi meninggal dunia tentu meninggalkan lubang kelam yang amat dalam bagi keluarga besar. Namun demikian, warisan semangat serta dedikasi mendiang akan senantiasa menyalakan pijar inspirasi dalam setiap derap langkah Messi di atas lapangan.
