Hypetoday.id – Guys, drama di persidangan Nikita Mirzani makin level up! Suasana panasnya nggak cuma di dalam ruang sidang, tapi juga sampai ke ranah hukum yang lebih serius. Seorang praktisi hukum, Silvia Devi Soembrata, resmi ngelaporin Jaksa Penuntut Umum (JPU) ke Komisi Kejaksaan (Komjak).
Langkah super berani ini diambil karena Silvia ngerasa tindakan jaksa ke terdakwa udah kelewat batas. Doi menilai ada dugaan pelanggaran kode etik sampai Hak Asasi Manusia (HAM) yang nggak bisa dibiarin gitu aja. Laporannya bahkan udah masuk sehari sebelum sidang digelar di PN Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2025).
Tuntutan dari laporan ini juga nggak kaleng-kaleng, lho. Silvia secara terang-terangan minta jaksa yang bersangkutan dicopot dari kasus ini.
“Ya dengan harapan dicopot dari persidangan ini,” ujar Silvia Devi Soembrata.
Menurutnya, sidang nggak bakal bisa jalan adil kalau masih dipegang sama oknum yang sama. Doi ngerasa ada upaya kriminalisasi yang sengaja dipertontonkan di depan publik.

“Karena tidak akan selesai persidangan ini kalau masih orang yang sama. Dan kita melihat sendiri bagaimana Nikita betul-betul dikriminalisasi di hadapan kita semua,” sambungnya.
Laporan ke Komjak ini punya dasar kuat, yaitu dugaan sikap nggak profesional dan pelanggaran kode etik. Buktinya? Video-video perlakuan jaksa yang udah viral di media sosial.
“Dugaan pelanggarannya tidak profesional dan kode etik,” tegas Silvia.
Lebih jauh lagi, Silvia bahkan menyebut perlakuan jaksa ini sebagai “bentuk kejahatan” karena mengabaikan asas praduga tak bersalah dan HAM.
“Bagi saya itu bentuk kejahatan. Dan saya menilainya bahwa jaksa itu sudah melakukan kejahatan,” katanya dengan nada serius.
Sebagai penutup, Silvia ngasih pesan menohok buat Jaksa Agung biar lebih tegas sama bawahannya yang dinilai udah main-main sama hukum dan kebebasan orang.
“Jaksa Agung harus tegas terhadap anak buahnya ini, para jaksa-jaksa ini yang bermain dengan hukum, yang bermain dengan kebebasan orang. Bahaya,” pungkasnya.
