Pemerintah terus memacu pertumbuhan ekonomi nasional dengan menggembleng performa seluruh perusahaan tercatat di bursa saham. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan investor pasar modal dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pasalnya, kepercayaan para pemodal merupakan tumpuan utama bagi korporasi untuk mengakselerasi ekspansi bisnis sekaligus memperkuat daya saing nasional. Oleh karena itu, pemerintah mengerahkan Satgas Debottlenecking yang sukses mengurai 124 dari 170 aduan hambatan investasi para pelaku usaha.
Satgas Debottlenecking Jadi Katalis Emiten Unjuk Gigi
Sementara itu, Airlangga Hartarto yang kini menginjak usia 63 tahun menyoroti bursa saham sebagai jendela utama perekonomian Indonesia. Tokoh politik senior lulusan Monash University tersebut menilai prospek bisnis yang transparan akan membentengi emiten dari gejolak penilaian pemeringkat internasional.
Selain itu, menteri yang memimpin koordinasi ekonomi nasional ini juga mendorong seluruh emiten agar tidak ragu membeberkan kendala operasional mereka kepada pemerintah demi mendapatkan solusi instan. Selanjutnya, ia meminta manajemen perusahaan untuk mengelola bisnis secara akuntabel demi kepastian jangka panjang.
Baca Juga:Â Harga Emas Antam Hari Ini Melambung Lagi, Momen Pas Buat Jual atau Koleksi?
“Beberapa hal yang perlu diperkuat oleh para emiten, yaitu menjaga kinerja, menjaga governance, dan juga seoptimal mungkin memanfaatkan pasar modal,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Armand Hartono Fokus Perkuat Fundamental dan Edukasi
Di sisi lain, Ketua Umum AEI periode 2026–2029, Armand Wahyudi Hartono, langsung membeberkan peta jalan strategis organisasi untuk tiga tahun ke depan. Putra dari taipan Robert Budi Hartono yang juga menjabat Wakil Presiden Direktur BCA berusia 50 tahun ini bertekad memperkuat fungsi advokasi kebijakan bagi seluruh anggota.
Namun, penguatan internal tersebut tidak hanya berpusat pada advokasi regulasi semata. AEI selanjutnya bakal memperluas diseminasi riset, edukasi pasar, hingga program berbagi pengetahuan agar emiten makin adaptif menghadapi tantangan global.

Oleh sebab itu, Armand sangat optimistis bahwa sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat akan memicu pertumbuhan bursa yang kredibel. Ia menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal transformasi pasar modal Indonesia agar mampu bersaing di level dunia.
“Sesuai tema hari ini, kita akan bangun trust, mulai dari fundamental kinerja, governance, tata kelola yang baik, komunikasi yang konsisten, serta bekerja sama dengan seluruh ekosistem SRO (self regulatory organization) dan masyarakat, serta edukasi investor, sehingga jangka panjang pasar modal Indonesia maju terus,” kata Armand.
Pada akhirnya, kolaborasi solid antara kebijakan pemerintah dan integritas emiten bakal menjadi kunci utama memikat modal asing. Langkah berani ini membuktikan bahwa penguatan tata kelola korporasi merupakan fondasi mutlak demi mempertahankan kepercayaan investor pasar modal secara berkelanjutan.
