Sunday, November 8, 2026

Dokter Kulit Buka Suara, Dilema Mandi Pagi atau Malam Terjawab

Dokter spesialis kulit New York Dermatology Group Carmen Castilla, MD menengahi perdebatan publik mengenai kebiasaan mandi pagi atau malam melalui siaran Real Simple pada Minggu (1/11). Pasalnya, kedua waktu pembersihan raga tersebut ternyata sama-sama menawarkan khasiat istimewa bagi kesehatan lapisan kulit manusia.

Perbedaan preferensi waktu membersihkan tubuh ini sejatinya telah memicu rasa penasaran masyarakat luas sejak lama. Selain itu, riset Sleep Foundation membuktikan sekitar 41,8 persen orang di dunia lebih menyukai mandi pada pagi hari.

Aktivitas menyiram badan saat fajar terbukti efektif mengangkat timbunan keringat serta tumpukan sel-sel kulit mati. Alhasil, tubuh terhindar dari ancaman aroma tidak sedap akibat proses ekskresi keringat sepanjang malam.

Penggunaan air dingin saat membasuh tubuh di pagi hari sanggup mendongkrak kesegaran fisik secara instan. Dokter spesialis kulit tersebut menjelaskan bahwa stimulasi suhu dingin memicu reaksi hormon tertentu di dalam tubuh.

DILEMA MANDI PAGI ATAU MALAM

Paparan air bersuhu rendah memaksa sistem saraf bekerja lebih aktif untuk membangkitkan fokus sebelum beraktivitas. Pakar dermatologi tersebut menegaskan bahwa respons hormonal dari air dingin sangat menguntungkan di awal hari.

“Mandi air dingin dapat meningkatkan kortisol, hormon stres, yang dapat memberi energi sehingga menjadi pilihan yang lebih baik di pagi hari,” kata Castilla.

Rutinitas pagi ini juga membuat tatanan rambut menjadi jauh lebih rapi karena baru saja mendapatkan keramas sampo. Namun, Castilla mengingatkan agar masyarakat tidak terbuai oleh klaim wewangian tertentu pada produk pencuci rambut.

“Tidak ada bukti ilmiah bahwa aroma yang berbeda akan memberikan manfaat lebih pada waktu yang berbeda dalam sehari,” ucapnya.

DETOKS TUBUH DI MALAM HARI

Aktivitas membersihkan diri sebelum tidur memberikan efek relaksasi yang sangat kuat bagi kesehatan mental. Pasalnya, tubuh telah melewati hari yang melelahkan serta terpapar partikel polusi, debu jalanan, dan zat kimia lingkungan.

Mandi cepat menggunakan air hangat menjelang tidur sanggup meluruhkan kotoran sekaligus mengendurkan otot-otot yang tegang. Oleh karena itu, suhu air hangat yang tepat bertindak sebagai sinyal alami pengantar kantuk.

“Secara kontraintuitif, ini membantu mendinginkan tubuh dengan melebarkan pembuluh darah di kulit. Begitu anda keluar dari kamar mandi, panas akan cepat dilepaskan melalui kulit, menyebabkan penurunan suhu tubuh yang merupakan salah satu sinyal yang memberi tahu tubuh bahwa sudah waktunya untuk tidur,” ucapnya.

KUNCI KESEHATAN KULIT OPTIMAL

Pemilik tipe kulit kering wajib mengoleskan produk pelembap sesaat setelah membasuh raga di malam hari. Sementara itu, suhu air yang terlalu panas justru berisiko mengikis kelembapan alami dan merusak pertahanan kulit.

Pilihan waktu membersihkan badan pada akhirnya sangat bergantung pada jadwal rutinitas dan kenyamanan masing-masing individu. Di sisi lain, kebiasaan melewatkan waktu mandi justru menjadi pemicu utama munculnya rasa gatal serta kulit bersisik.

Hype Highlights:

      • Mandi pagi dengan air dingin menaikkan hormon kortisol yang bertindak sebagai pemantik energi alami.

      • Guyuran air hangat di malam hari melebarkan pembuluh darah untuk menurunkan suhu inti tubuh agar cepat terlelap.

      • Sekitar 41,8 persen orang memilih mandi pagi guna meluruhkan sel kulit mati dan sisa keringat malam.

      • Wewangian produk sampo terbukti secara ilmiah tidak memberikan dampak biologis ekstra terhadap kesehatan rambut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles