Sensasi luar biasa menyelimuti perairan Teluk Cenderawasih saat bendera Merah Putih berkibar gagah di kawasan wisata Hiu Paus Nabire, Kampung Sowa, Distrik Kwatisore, Papua Tengah, pada Jumat (14/8/2026). Momen berharga ini berlangsung meriah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Aksi membanggakan ini tidak sekadar menjadi simbol seremonial perayaan kemerdekaan tahunan saja. Namun, aksi bahari ini juga memancarkan pesan penting mengenai rasa cinta tanah air sekaligus langkah konkret mengenalkan keindahan alam Papua Tengah ke panggung dunia.
Yayasan Somatua bersama PT Adventure Cartenz memprakarsai kegiatan inspiratif ini dengan menggandeng komunitas penyelam lokal serta masyarakat setempat. Selain itu, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan Polda Papua Tengah turut mengawal suksesnya seremoni bawah air tersebut.
Mendorong Ekonomi Gen Z Papua Lewat Wisata Bahari
Tokoh kunci di balik aksi ini adalah Maximus Tipagau, seorang pengusaha muda dan aktivis asal Intan Jaya yang gigih memajukan Tanah Papua. Pimpinan Yayasan Somatua yang lahir pada 10 April 1983 ini menegaskan pentingnya menjadikan keberadaan Hiu Paus Nabire sebagai ikon baru pariwisata daerah.
Oleh karena itu, Maximus Tipagau mengarahkan pengembangan pariwisata ini untuk membakar semangat generasi muda Papua. Pihaknya ingin membuka ruang ekonomi dan memberikan fasilitas edukasi agar pemuda lokal mampu bersaing di sektor ekonomi kreatif.
“Kami berharap anak-anak muda bisa belajar diving, bahasa Inggris dan keterampilan lainnya sehingga mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dan mendapatkan manfaat dari pariwisata,” katanya.

Kolaborasi Menjaga Satwa Langka dan Citra Aman Papua
Selanjutnya, Maximus Tipagau menyoroti kekayaan luar biasa kawasan Teluk Cenderawasih yang wajib menjadi perhatian publik global. Ia menilai promosi masif sangat krusial demi memperkenalkan pesona Hiu Paus Nabire hingga keagungan Puncak Carstensz.
Di sisi lain, ia menyadari bahwa keberhasilan sektor pariwisata memerlukan kerja sama erat antara masyarakat pesisir, pemerintah, dan pihak keamanan.
“Pengembangan pariwisata ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak,” tegasnya.
Baca Juga: Pakai Sandal Jepit Jutaan Rupiah, Cek Intipan Gaya Mewah Syahrini Saat Liburan
Sementara itu, kawasan Kwatisore menyimpan nilai ekologis yang sangat tinggi sebagai rumah bagi satwa langka tersebut. Oleh sebab itu, pengembangan wisata bahari harus senantiasa berjalan beriringan dengan komitmen menjaga keasrian terumbu karang.
Pada akhirnya, kibaran Merah Putih di tengah habitat Hiu Paus Nabire menyalurkan pesan kuat tentang arti kemerdekaan sejati. Melalui sinergi pariwisata dan konservasi alam, masyarakat Papua kini siap melangkah maju menembus mata dunia.
