Hypetoday.id – Kasus tragis menimpa seorang asisten rumah tangga berinisial RR yang tewas mengenaskan di kawasan perumahan elite Kota Wisata, Bogor. Korban diduga meregang nyawa setelah mengalami serangkaian penyiksaan sadis dari tiga rekan kerjanya sendiri.
Polsek Cileungsi kini tengah bergerak mendalami motif di balik penganiayaan keji yang menelan korban jiwa perempuan berusia 26 tahun tersebut. Tiga tersangka berinisial F, Nia, dan Y kini sudah resmi ditahan setelah menjalani puluhan adegan rekonstruksi.
baca juga: Taufik Hidayat Resmi Jadi DPO Usai Sekap dan Siksa Pacar 3 Tahun di Bandung
“Saat ini pihak penyidik reskrim Polsek Cileungsi telah menetapkan 3 orang tersangka dan telah ditahan serta pada tanggal 26 juni 2026 telah dilakukan Rekonstruksi sebanyak 33 adengan,” kata Dolan Alwindo Colling, SH.
Tragedi memilukan ini bermula ketika anak majikan menyuruh korban mencari kabel pengisi daya (charger) jam tangan yang hilang namun tidak kunjung ketemu. Tiga rekan korban kemudian ikut mencari barang tersebut hingga memicu amarah karena hasilnya tetap nihil.
Penyiksaan brutal mulai terjadi saat para tersangka memaksa korban membuka baju hingga hanya menyisakan pakaian dalam saja. Mereka secara tega menyiramkan air panas dari water heater ke arah tubuh korban hingga mengalami luka bakar serius.
“Korban diduga mendapatkan Tindakan penganiayaan dari tiga tersangka tersebut, kejadian penganiayaan terjadi di kamar majikan lantai 2, korban disuruh buka baju hanya menggunakan pakaian dalam, disiram air panas (water heater), dan dipukul menggunakan sebuah botol obat nyamuk pada bagian mulut dan wajah,” jelas Dolan Alwindo Colling, SH.

Tidak hanya disiram air panas, wajah korban juga dikabarkan dipukul menggunakan gagang sapu oleh salah satu pelaku di dalam kamar mandi. Kondisi kesehatan RR terus memburuk tanpa bantuan medis hingga akhirnya ia ditemukan meninggal dunia di kamarnya.
Kuasa hukum keluarga korban merasa curiga dan menduga adanya keterlibatan pihak lain karena majikan berada di rumah saat penyiksaan terjadi. Ia juga menyoroti kejanggalan polisi yang tidak menyita ponsel para tersangka sebagai barang bukti krusial di lapangan.
“Peristiwa bermula pada saat para pelaku mempertanyakan hilangnya charger jam tangan milik majikan mereka,” kata Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison.
Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan penyidikan mendalam guna mengungkap fakta-fakta baru dalam kasus kematian RR ini. Keluarga korban menuntut keadilan agar seluruh pihak yang bertanggung jawab mendapatkan hukuman setimpal sesuai undang-undang yang berlaku.
