Sunday, November 8, 2026

Kinaryosih Perankan Mak Eli: Beban Moral Besar Mainkan Tokoh Nyata

Aktris berbakat Kinaryosih harus melewati proses kuras emosi yang sangat melelahkan demi mendalami peran terbarunya di layar lebar. Pasalnya, keputusan saat Kinaryosih perankan Mak Eli menuntut stamina psikologis luar biasa untuk menyelami kepedihan hidup seorang ibu tunggal pencari nafkah.

Sosok sang aktris yang biasanya bertutur kata lembut dalam keseharian mendadak bertransformasi menjadi wanita keras dengan intonasi bicara meledak-ledak. Namun, perubahan karakter drastis tersebut wajib ia lakukan demi merefleksikan getirnya nasib seorang pengemudi ojek daring yang terhimpit kemiskinan.

Beban moral sang aktris kian berlipat ganda karena sosok narasumber aslinya menyaksikan langsung seluruh proses produksi film dari dekat. Selain itu, rasa takut mengecewakan keluarga korban terus membayangi benaknya sepanjang sesi pembacaan naskah berlangsung.

Tantangan Batin Kinaryosih Perankan Mak Eli

Mantan model papan atas ini sempat merasakan keraguan besar saat pertama kali menerima tawaran peran berbobot tersebut. Sementara itu, kehadiran sosok nyata sang tokoh di lokasi syuting menjadi pertaruhan reputasi akting yang belum pernah ia hadapi sebelumnya.

“Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih untuk Mak Eli karena sudah mengizinkan kisah ini untuk diangkat oleh Multivision, Pak Raam Punjabi, diangkat sama Mas Rizal Mantovani. Karena tanpa seizin beliau pasti ini kan juga tidak akan terlaksana. Terus terang pertama kali aku ditawarin peran sebagai Mak Eli, deg-degan banget. Karena main real life kan ada di sini, jadi tanggung jawab yang besar sekali untuk aku,” tuturnya saat ditemui di gala premiere yang dihelat di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/10).

Proses penyesuaian dialek Betawi-Bekasi menuntut latihan vokal intensif agar pelafalannya terdengar natural di telinga penonton. Alhasil, sang pemeran utama harus terus mengasah keluwesan artikulasi tanpa menghilangkan esensi ketegasan figur ibu pinggiran kota.

Menjaga Etika Menyelami Trauma Nyata

Kedekatan emosional antara aktris dan narasumber terbangun melalui ruang dengar yang penuh empati tanpa kesan menginterogasi. Di sisi lain, sang seniman peran menyadari betul adanya batasan privasi yang tidak boleh ia langgar demi menghormati luka batin keluarga.

“Enggak, enggak ada juga. Jadi Mak Eli bercerita, terus aku lebih ke mendengarkan. Karena ini kan apa… pengalaman yang tragedi ya, tragis ya. Jadi sepertinya untuk aku banyak bertanya pun aku ada batasnya kan. Jadi enggak siap lebih… paling ngobrol, ada ngobrol, tapi enggak banyak, ‘Mak, kalau tiap hari minum kopi gimana ya, Mak?’ Enggak gitu sih,” beber Kinaryosih.

BACA JUGA: Tragedi Keluarga Berbalut Horor, Film Putri Jangan Gentayangan Lagi Siap Mengusik Emosi

Rasa cemas sang aktris akhirnya terbayar lunas ketika pemutaran perdana film memicu keharuan mendalam dari sang pemilik kisah asli. Kendati demikian, Kinaryosih mengaku sempat tidak berani menatap reaksi penonton sebelum melihat pelukan tulus dari Mak Eli asli.

Eskalasi Amarah Seorang Ibu Tunggal Tangguh

Tuntutan skenario mengharuskan sang aktris menjaga tensi kemarahan tinggi pada hampir sebagian besar adegan film. Pasalnya, konflik batin yang dialami tokoh Mak Eli terhadap sang anak terus memuncak hingga memicu rasa pening kepala di lokasi syuting.

“Terus dengan yang memang spaneng terus. Karena kan Mak Eli ini dia memiliki apa… banyak konflik di dalam dirinya kan dengan si Putri ini kan. Jadi pas aku, apalagi pas pertama kali lagi juga ketemu dengan Mak Eli, terus aku lihat Mak Eli bercerita, karakternya seperti apa, aku makin, ‘Aduh, gimana ini?’ gitu,” jelas Kinaryosih.

Film Putri Jangan Gentayangan Lagi garapan Rizal Mantovani mengangkat kisah nyata Mak Eli yang memadukan tragedi keluarga dan teror supranatural. Film produksi MVP Pictures ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.
Foto by hypetoday.id

Sutradara Rizal Mantovani memberikan ruang kebebasan penuh bagi sang aktris untuk menafsirkan sendiri luapan kekecewaan dan duka sang ibu. Oleh karena itu, kolaborasi kreatif tersebut berhasil melahirkan penampilan akting yang sangat berbobot dan menguras air mata penonton.

Film Putri Jangan Gentayangan Lagi bercerita tentang perjuangan Mak Eli sebagai pengemudi ojek daring yang harus menghadapi duka kematian putrinya hingga arwah sang anak bergentayangan. Menampilkan aksi memikat Kinaryosih bersama Kawai Labiba, Fadi Alaydrus, dan Bintang Agara, karya horor berdurasi 104 menit ini akan resmi tayang di bioskop mulai 5 November 2026.

Hype Highlights:

      • Kinaryosih memikul beban tanggung jawab moral besar karena memerankan tokoh nyata yang hadir langsung di lokasi syuting.
      • Mengubah gaya bicara yang lembut menjadi sosok ibu berdialek Betawi-Bekasi dengan tensi emosi tinggi.
      • Membatasi pertanyaan sensitif demi menjaga perasaan dan menghormati trauma mendalam Mak Eli asli.
      • Film Putri Jangan Gentayangan Lagi dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 5 November 2026.
yusuf
yusufhttp://www.hypetoday.id
Lelaki yang suka berpetualang dan bersosialisasi

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles