Sunday, November 8, 2026

Film Yang Disebut Nakal Soroti Jurang Komunikasi Orang Tua dan Anak

Aktor kawakan tanah air kembali menyapa penikmat sinema layar lebar lewat keterlibatannya dalam film Yang Disebut Nakal karya teranyar. Aktor peraih Piala Citra tersebut dipercaya menghidupkan karakter Pak Surya, seorang pembina tegas di pusat pelatihan Bina Laku Wanareksa.

Karya visual bergenre drama keluarga ini membedah realitas sosial para remaja yang kerap dicap sebagai anak bermasalah oleh lingkungan terdekatnya. Isu kesehatan mental dan keretakan komunikasi antargenerasi diangkat secara mendalam agar terasa sangat relevan bagi generasi muda masa kini.

Selain itu, lembaga pembinaan berkonsep boot camp tersebut digambarkan sebagai tempat berkumpulnya para siswa yang dikirim oleh orang tua mereka saat libur sekolah. Kehadiran tokoh pembina ini bertujuan merekonstruksi cara pandang publik mengenai definisi kenakalan remaja yang kerap disalahartikan secara sepihak.

Membongkar Stigma dan Menghapus Sekat Komunikasi

Pria berusia 60 tahun tersebut membeberkan dinamika perannya yang berusaha membimbing para remaja binaan dengan pendekatan emosional yang membumi. Ia menilai persepsi nakal selama ini sangat bergantung pada sudut pandang sempit masing-masing individu di masyarakat.

“Saya Donny, berperan sebagai Pak Surya, salah satu pembina di Bina Laku Wanareksa bersama teman-teman. Kecuali ini (menunjuk Fatih), salah satu siswa kami. Ada beberapa lagi pembina yang lainnya. Di film ini kebetulan adalah siswa-siswa yang pada masa liburan dimasukkanlah ke sini. Pada masa liburan sekolah mereka masuk ke Bina Laku Wanareksa ini, di mana di sana ya itu tadi, nakal itu cuma persepsi,” ujar Donny Damara di Kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10).

Oleh karena itu, pusat pembinaan dalam film tidak dirancang untuk mencetak anak-anak yang patuh secara buta tanpa memiliki ruang bersuara. Pendekatan pelatihan fisik dan mental lebih ditekankan pada upaya mencairkan jurang pemisah komunikasi antara anak dan orang tua.

“Tapi di sini bukan juga mendidik ‘begitu keluar dari sini lu jadi nggak nakal’, tapi paling tidak bisa berempati, bisa berkomunikasi dengan orang tua, tidak ada communication gap,” tuturnya.

Fondasi Keluarga Pengendali Batasan Perilaku

Mantan peragawan mode era 1980-an ini menilai keharmonisan rumah tangga membutuhkan formula kata yang tepat agar kedua belah pihak saling memahami isi hati. Dialog terbuka antara bapak dan anak menjadi kunci utama dalam meredam gejolak amarah remaja yang sedang mencari jati diri.

“Bagaimana formulasi kata-kata yang disampaikan dari kedua belah pihak—anak dan bapak—bisa tersampaikan dengan baik. Semacam boot camp lah ya,” paparnya.

BACA JUGA:Gandeng Woko Channel, Film Horor Komedi Piye To Kih Siap Mengocok Perut

Kendati masa pubertas rentan dengan berbagai eksperimen perilaku, ia beranggapan bahwa kenakalan masa kecil merupakan proses alami untuk mengenali dunia luar. Namun, benteng pertahanan moral di lingkungan keluarga inti mutlak diperlukan agar kenakalan tersebut tidak melampaui norma hukum yang berlaku.

“Menurut gua sih waktu kecil kita harus nakal. Karena apa? Kalau nggak, kita jadi nggak tahu. Nakalnya telat lebih bahaya. Tapi kan institusi paling kecil di sini adalah keluarga. Selama pondasinya kuat, saya yakin nakalnya masih berpola kok, terukur,” ungkap Donny.

Refleksi Masa Muda dan Pesan Moral

Mendalami skenario film drama ini membawa sang bintang senior bernostalgia mengenang dinamika kenakalan masa remajanya yang penuh petualangan. Ia menceritakan bagaimana orang tuanya zaman dulu mendidiknya untuk bertanggung jawab penuh atas segala risiko perbuatannya di luar rumah.

“Banyak ya. Kalau bolos mah gua nggak dibilang nakal. Kebetulan saya kalau tawuran tanggung jawab sendiri. Jadi dia (orang tua) nggak akan ngebelain aku,” kenang Donny.

Donny Damara berperan sebagai Pak Surya dalam film Yang Disebut Nakal yang mengangkat isu komunikasi orang tua dan anak serta cara pandang terhadap kenakalan remaja.
Foto by hypetoday.id

Sementara itu, orang tua sang aktor memiliki garis batas kedisiplinan yang sangat tegas terhadap adab dan penghormatan kepada anggota keluarga inti. Menunjukkan sikap membangkang kepada sang ibu atau bersikap kasar terhadap saudara kandung merupakan pantangan besar yang tidak pernah ditoleransi di rumahnya.

“Tapi aku kalau ngelawan ibu, nah (itu baru dianggap nakal banget). Bandelin adek,” pungkas Donny Damara.

Alhasil, penayangan film Yang Disebut Nakal ini diharapkan mampu menjadi jembatan empati bagi jutaan keluarga di Indonesia dalam memahami gejolak batin generasi Z. Panggung sinema nasional dipastikan bakal menghadirkan potret kejujuran tentang pentingnya tali kasih darah antara orang tua dan anak.

Hype Highlights

      • Donny Damara berperan sebagai Pak Surya, pembina di pusat pembinaan Bina Laku Wanareksa dalam film Yang Disebut Nakal.
      • Film mengangkat premis bahwa kenakalan anak hanyalah persepsi sosial yang kerap dipicu oleh jurang komunikasi dengan orang tua.
      • Mengusung pesan penting bahwa peran keluarga inti menjadi fondasi utama agar perilaku anak tetap terukur dan beretika.
      • Donny mengenang masa mudanya saat diajarkan bertanggung jawab mandiri oleh orang tuanya tanpa pernah membantah sosok ibu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles