Hypetoday.id – Drama alert, guys! Dunia hukum lagi-lagi dihebohkan dengan skandal internal yang panasnya ngalahin drama Korea. Kali ini, sorotan tertuju pada Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI). Ketua Badan Pengawasnya, Pablo Benua, nggak pakai basa-basi langsung membongkar habis-habisan dugaan penyalahgunaan wewenang hingga keuangan yang dilakukan oleh mantan Ketua Umum, Junaidi alias Sultan Junaidi. Siapin popcorn, karena ceritanya seru banget!
Semua ini berawal saat Pablo Benua ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAI pada 23 April 2025. Baru aja duduk manis di kursi jabatan, Pablo langsung kebanjiran DM dan laporan dari para anggota. Bukan laporan biasa, tapi keluhan serius soal Sultan Junaidi yang katanya punya hobi aneh: minta-minta uang dengan berbagai modus. Gimana nggak pusing, tuh?
“Sejak menjabat, saya mulai menerima banyak pengaduan dari anggota terkait dugaan praktik meminta-minta uang yang dilakukan oleh Saudara Junaidi. Berbagai nominal uang, mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta, diduga diminta dengan berbagai alasan,” ujar Pablo saat konferensi pers, membuka kartu as pertama yang bikin suasana tegang.
Demi menjaga nama baik dan “marwah” organisasi biar nggak hancur lebur, Pablo mengaku sempat mengambil langkah drastis. Ia pasrah menuruti berbagai permintaan Junaidi, bahkan sampai rela membelikan satu unit mobil Harrier secara tunai! Harapannya, praktik ini berhenti. Tapi nyatanya? Bukannya berhenti, malah makin menjadi-jadi.
“Sebagai upaya menjaga marwah organisasi, saya telah memberikan sejumlah besar uang kepada Junaidi, bahkan membelikan satu unit mobil Harrier secara tunai. Tapi praktik ini terus berlanjut,” ungkap Pablo, menjelaskan pengorbanannya yang ternyata sia-sia.
Merasa situasi makin toksik dan nggak ada jalan keluar, Pablo akhirnya menyerah dan berniat mundur dari PAI. Tapi, di sinilah plot twist-nya! Junaidi justru menahannya dan membuat tawaran mengejutkan: ia setuju kalau pucuk pimpinan alias kursi Ketua Umum dialihkan ke istri Pablo, Rei Utami. Anehnya, proses ini berjalan mulus.
“Beliau menyetujui usulan saya agar ketua umum dialihkan ke istri saya. Bahkan penyerahan akta dan SK perubahan diserahkan langsung olehnya,” jelas Pablo, menceritakan manuver tak terduga yang terjadi di balik layar.

Namun, drama tak berhenti. Junaidi disebut kerap mengambil keputusan sepihak, salah satunya mengganti Sekjen tanpa prosedur resmi. Kesabaran anggota pun habis. Mosi tidak percaya dilayangkan, dan kali ini, dukungan datang langsung dari para Dewan Pendiri PAI. Skakmat! Junaidi resmi diberhentikan pada 21 April 2025 setelah mayoritas pendiri setuju.
“Dewan Pendiri yang terdiri dari Junaidi, Realy Kalito, Edi Utama, dan Hasan Sutisna mengeluarkan surat pemberhentian Junaidi pada 21 April 2025. Tiga dari empat pendiri menyetujui, itu artinya kuorum,” tegas Pablo, menggarisbawahi keabsahan keputusan tersebut.
Spill-spill dari Pablo nggak berhenti di situ. Ada lagi tuduhan yang nggak kaleng-kaleng. Gelar akademik doktor yang dipakai Junaidi diduga palsu, didapat dari universitas “bodong” yang nggak terdaftar di Dikti. Lebih absurd lagi, Junaidi disebut membuat MoU dengan entitas fiktif “Sovereign Knightly Order of the Kingdom of Prussia,” sebuah kerajaan yang sudah lama bubar. “Ini bentuk pembodohan dan kepalsuan yang dibuat-buat,” kata Pablo.
Kini, kepengurusan baru di bawah pimpinan Rei Utami dan pengawasan Pablo Benua telah sah secara hukum dan terdaftar di Kemenkumham. Menanggapi potensi serangan balik berupa gugatan hukum, Pablo santai. Ia bahkan menantang Junaidi untuk mengembalikan uang anggota. “Kami siap hadapi. Tapi saya juga mengimbau agar Saudara Junaidi mengembalikan uang anggota yang diminta atau dipinjam. Kalau memang tidak mampu, saya yang akan ganti asal ada pernyataan resmi,” tegasnya, seolah memberi ultimatum terakhir.
Sebagai penutup, Pablo mengajak seluruh anggota PAI untuk move on dan bersatu kembali di bawah kepemimpinan yang baru. Ia berkomitmen untuk membersihkan nama PAI dan menjadikannya organisasi advokat yang profesional dan berintegritas. “Kami tidak pernah merasa terpecah. Kami mengundang semua anggota untuk kembali. PAI harus menjadi organisasi advokat yang profesional, menjunjung tinggi kebenaran dan officium nobile,” pungkasnya. Kira-kira, bakal ada episode baru nggak ya dari drama ini? Stay tuned di Hypetoday.id
