Pendakwah kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah bantu korban gempa NTT dengan menggelontorkan dana pribadi senilai Rp500 juta. Langkah kepedulian ini bertujuan meringankan beban ribuan penyintas yang kehilangan tempat tinggal akibat guncangan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Selain menyalurkan donasi finansial, pria berusia 45 tahun ini segera bertolak langsung menuju titik bencana demi menyapa para korban. Oleh karena itu, pendiri Pondok Pesantren Ora Aji Sleman tersebut memastikan penyaluran logistik berjalan cepat tanpa hambatan birokrasi.
Sang dai juga telah mentransfer dana segar tersebut kepada jejaring sukarelawan lokal agar segera dibelanjakan kebutuhan primer pengungsi. Selanjutnya, tokoh agama berambut gondrong ini merinci rencana keberangkatan menuju dua wilayah terdampak paling parah.
Terjun Langsung Menembus Titik Terisolir
Pasalnya, rute penanganan darurat menuntut perjalanan darat berjam-jam setelah mendarat di bandara perintis setempat. Kendati medan lapangan cukup menguras stamina, sang penceramah tetap berkomitmen mendatangi posko pengungsian utama secara langsung.
“Besok saya akan berangkat ke NTT, ada dua kabupaten yaitu Ranting (Lanting) ya, Ranting, sama satunya Manggarai Timur yang paling banyak terdampak gempa di NTT,” ujar Gus Miftah ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Agustus 2026.
“Posisi sudah saya transfer ke jaringan saya di sana untuk bisa dibelanjakan kepada teman-teman terdampak yang paling membutuhkan,” jelas Gus Miftah.
Salurkan Bantuan Presiden untuk Renovasi Rumah Ibadah
Di sisi lain, misi kemanusiaan ini terasa semakin istimewa lantaran sang ustaz mengemban mandat khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia dipercaya menyalurkan program Bantuan Presiden (Banpres) untuk merekonstruksi sarana peribadatan lintas agama yang rusak parah.
“Saya juga mendapatkan amanah untuk menyalurkan Banpres (Bantuan Presiden) renovasi rumah-rumah ibadah,” tambahnya.
Baca Juga:Â Nycta Gina Syok Kebakaran Dekat Rumah, Ada Korban Jiwa
Sementara itu, pasokan bahan pokok pangan seperti beras, minyak, dan makanan siap saji tetap menjadi fokus utama bantuan tanggap darurat di lokasi. Sang dai terus mengoordinasikan tim relawan agar bantuan sembako segera menjangkau tenda-tenda darurat keluarga korban.
“Sementara tadi yang disampaikan ke saya masih sembako, masih sembako,” pungkasnya.
