Anak-anak Indonesia akhirnya kembali memiliki pahlawan musikal di layar lebar lewat penayangan perdana film Iyus Jenius. Pasalnya, sinema musikal persembahan Frontline Pictures dan MAXStream Studios ini mengangkat jeritan hati anak-anak yang kerap menghadapi duka serta perundungan di lingkungan sekolah.
Aktor cilik Kevin Abadio memikul tanggung jawab besar saat menghidupkan karakter Iyus yang kehilangan rasa percaya diri akibat kepergian sang ayah. Selain itu, deretan pemeran belia lainnya harus melewati proses audisi menari dan menyanyi yang sangat menguras tenaga demi menghidupkan atmosfer musikal.
Masa tunggu penayangan bioskop selama hampir tiga tahun secara unik mengubah fase tumbuh kembang para pemain cilik dari bangku SMP menuju gerbang SMA. Sementara itu, aktris belia Mirelle Lagrimonia yang memerankan tokoh Gadis mengaku harus mengikis gaya akting sinetron yang kaku demi tampil lebih natural di depan kamera.
Suara Hati Bintang Cilik Menembus Panggung Layar Lebar
Para pemeran muda ini memandang keterlibatan mereka dalam seni peran sebagai sarana belajar yang membuka jalan karier profesional di industri hiburan. Di sisi lain, Jonathan Alvaro yang melakoni peran Ade merasa bersyukur karena mampu menaklukkan tantangan seni peran musikal yang belum pernah ia cicipi sebelumnya.
“Ini peluang besar banget buat aku karena pengalaman yang belum aku pernah mainin sekarang aku bisa mainin. Untuk ke depannya tetap akan menjadi aktor dan berakting,” bebernya saat ditemui di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan, Minggu (06/09).
Lika-liku audisi serupa turut dirasakan pemeran lainnya seperti Aras Endriya dan Fernando Hany Putra yang sempat dilanda keraguan sebelum akhirnya terpilih. Alhasil, panggung bioskop ini menjadi wahana pembuktian bagi potensi luar biasa generasi belia Indonesia di bidang seni pertunjukan.
Misi Produser Gandhi Fernando Melawan Arus Perfilman
Kehadiran ruang berekspresi bagi anak-anak ini lahir berkat keberanian produser kondang Gandhi Fernando yang nekat memproduksi film musikal anak di tengah maraknya dominasi genre horor. Selanjutnya, sineas berusia 36 tahun tersebut memilih melawan arus pasar komersial demi menyelamatkan genre musikal anak yang dinilai hampir punah di tanah air.
“Meskipun aku tetap bikin film horor, tapi aku tetap pengin bikin sesuatu yang berbeda gitu. Jadi, supaya tetap ada keberagaman di industri film Indonesia,” tegasnya.
Gandhi bahkan turun tangan langsung mengawal proses penyuntingan selama hampir satu tahun penuh demi menyuntikkan sentuhan efek animasi visual CGI ke dalam jalan cerita. Pasalnya, sentuhan gambar kartun yang lucu dinilai sangat ampuh memanjakan imajinasi anak-anak agar betah menikmati alur narasi.
“Waktu itu editan cut pertama nggak ada CGI sama sekali. And then aku ngasih masukan kayaknya bagusnya ada banyak pernak-pernik gambar-gambar dan kartun-kartunnya, kayaknya lebih lucu dan lebih whimsical buat anak-anak,” tuturnya.
Pelukan Hangat Lagu Papa T. Bob untuk Generasi Alpha
Layar lebar ini semakin kaya makna berkat lantunan tembang legendaris mendiang Papa T. Bob seperti lagu Diobok-obok dan Jangan Marah yang dibalut aransemen kekinian. Namun, tim produksi tetap menyisipkan dua lagu baru guna mengekspresikan kesedihan mendalam yang dirasakan oleh sang lakon cilik.
Karya ini menjadi oase penyejuk bagi anak-anak Indonesia yang selama ini kekurangan tayangan sehat dan mendidik di ruang publik. Oleh karena itu, kehadiran film Iyus Jenius diharapkan mampu membangkitkan kembali kejayaan lagu anak serta menyemai asa bagi generasi muda di masa depan.
Sorotan Utama Film Iyus Jenius:
- Sudut Pandang Pemeran Cilik: Menampilkan pergulatan emosional anak menghadapi duka, perundungan sekolah, serta proses pendewasaan para aktor cilik dari jenjang SMP hingga SMA.
- Keberanian Melawan Arus: Produser Gandhi Fernando menghidupkan kembali genre musikal anak yang langka dengan polesan visual kartun CGI yang whimsical.
- Harmoni Nostalgia dan Modernitas: Mengemas 7 karya legendaris Papa T. Bob beraransemen modern ditambah 2 nomor lagu baru bernuansa dramatis.
- Jadwal Tayang Bioskop: Resmi meluncur serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 September 2026.

keren