Jagat industri musik tanah air mendadak gempar usai kabar bahwa grup pop melayu legendaris Kangen Band bubar mencuat secara mengejutkan melalui akun media sosial sang gitaris pada Sabtu (12/9). Pendiri sekaligus motor utama band, Dodhy Hardiyanto, secara blak-blakan mengunggah potret formasi grup berlatar tulisan perpisahan sembari meluapkan kekecewaan mendalam atas konflik internal yang tak kunjung usai.
Musisi kelahiran Bandar Lampung pada 15 Mei 1984 tersebut menegaskan bahwa keputusan kontroversial ini ia ambil dalam kondisi sadar penuh. Pasalnya, sang pencipta tembang hits mengaku telah memendam rasa sakit hati yang teramat perih selama bertahun-tahun mengarungi panggung hiburan bersama rekan-rekannya.
Perseteruan internal ini kian meruncing setelah Dodhy melayangkan peringatan keras yang melarang promotor acara maupun eks personel membawakan lagu-lagu ciptaannya. Selain itu, instruksi tegas tersebut langsung mengancam kelangsungan konser grup yang selama ini bertumpu pada karya-karya emas ciptaan sang gitaris.
Alasan Emosional Dodhy Nyatakan Kangen Band Bubar
Melalui keterangan tertulis di akun Instagram pribadinya, Dodhy menyinggung keberadaan praktik ketidakadilan yang merusak soliditas di tubuh grup musik asal Lampung tersebut. Oleh karena itu, ia memilih menyuarakan sikap perlawanan secara terbuka guna menuntut penghormatan atas hak cipta karya intelektual miliknya.
“Bismillah saya dengan sadar menyatakan kangen band bubar di karnakan ada kezoliman di dalam nya. Saya selaku owner dan founder kangen band sudah menyimpan rasa sakit ini sekian lama,untuk para personil yang terlibat dan para EO ,,di larang keras member dari ex kangen band membawa lagu2 ciptaan saya, saya ucapkan terima kasih sebesar besar nya,” tulis Dodhy dikutip Sabtu (12/9).
Konser Hong Kong Sebelum Ledakan Konflik Internal
Ledakan kabar perpecahan ini sangat mengejutkan publik mengingat mereka baru saja menuntaskan agenda konser akbar di luar negeri. Sementara itu, Kangen Band sempat menghibur ribuan pekerja migran Indonesia dalam festival musik bertajuk Pujaan Hati Music Fest Hong Kong 2026 pada Minggu (6/9).
Berdasarkan pantauan iNews Media Group, Dodhy bahkan sempat membagikan ulang rekaman kebersamaan mereka di panggung Queen Elizabeth Stadium melalui Instagram Stories. Di sisi lain, perbedaan drastis antara kehangatan konser di Hong Kong dan deklarasi pembubaran grup ini memicu tanda tanya besar di benak para penggemar.
Menanti Respons Resmi Manajemen dan Personel
Hingga kabar ini tersiar luas, pihak manajemen maupun vokalis utama Andika Mahesa belum merilis pernyataan balasan untuk mengklarifikasi polemik tersebut. Alhasil, jutaan pendengar setia yang menggemari grup bentukan tahun 2005 ini masih menanti kepastian mengenai masa depan band idola mereka.
Komunitas penggemar militan yang menamakan diri Doy Kangen Band mulai menyuarakan kekhawatiran mereka di berbagai platform media sosial. Kendati demikian, publik berharap bara perselisihan antarpendiri grup ini dapat segera padam melalui jalur musyawarah kekeluargaan yang damai.
BACA JUGA: Tumbang Usai 15 Jadwal Konser, Andika Kangen Band Sakit Jantung dan Dirawat Istri!
Dinamika royalti dan transparansi internal memang kerap menjadi ujian terberat bagi keutuhan grup musik legendaris di tanah air. Selanjutnya, perkembangan mengenai drama Kangen Band bubar ini akan terus menjadi sorotan hangat para penikmat musik pop melayu nusantara.
Hype Highlights
- Pengumuman Sepihak: Gitaris sekaligus pendiri Kangen Band, Dodhy Hardiyanto, mengumumkan pembubaran grup melalui akun Instagram pribadinya pada Sabtu (12/9).
- Alasan Kezaliman Internal: Dodhy mengaku telah lama memendam rasa sakit hati dan menyebut adanya praktik kezaliman di dalam tubuh manajemen band.
- Larangan Membawakan Lagu: Seluruh promotor (EO), personel aktif, hingga mantan anggota Kangen Band dilarang keras menyanyikan tembang-tembang ciptaan Dodhy.
- Baru Saja Konser di Hong Kong: Pengumuman mengejutkan ini muncul hanya berselang sepekan setelah Kangen Band manggung di Queen Elizabeth Stadium, Hong Kong pada Minggu (6/9).
