Produser musik ternama Lafa Pratomo resmi menandai 12 tahun perjalanan kariernya di industri musik melalui proyek EP kolaboratif bertajuk Garis Tegak. Bekerja sama dengan KithLabo, sosok di balik karya besar musisi Tanah Air ini menggaet 12 musisi lintas genre untuk merayakan semangat resiliensi.
Proyek istimewa ini menghadirkan nama-nama besar seperti Hindia, Isyana Sarasvati, Nadhif Basalamah, Banda Neira, hingga Feby Putri. Karya ini menjadi wadah berkumpulnya para musisi untuk menyuarakan perjuangan hidup kelas menengah di tengah ketidakpastian dunia.
Simbol Resiliensi dan Taman Bermain Musik
“Garis Tegak itu jadi lambang dari resiliensi. Gue melihat posisi gue, tim gue, dan teman-teman kolaborator ada di posisi yang sama. Mungkin kita kelas menengah yang sekarang hidupnya ya bertahan aja. Cara gue melawan adalah bagaimana gue bisa bertahan dan gimana teman-teman di sekitar gue juga bisa bertahan. Setiap lagu akhirnya menyampaikan resiliensi dari sudut pandang yang berbeda-beda,” ujar Lafa Pratomo saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (30/7).
Pihak KithLabo memberikan kebebasan penuh bagi para musisi independen untuk bereksplorasi secara bebas tanpa batasan ide kreatif.
“Bagi kami, playground yang KithLabo hadirkan adalah ruang aman bagi para musisi untuk bebas berekspresi dan bersuara setulus mungkin melalui karyanya. Kami ingin memastikan karya ini terpromosikan dengan maksimal sehingga pesan dari ke-12 musisi ini benar-benar sampai dan beresonansi dengan pendengarnya,” jelas Head of Artist Services Believe Indonesia, Ririe Cholid.
Baca Juga: Penyanyi Taiwan Shi Shi Rilis EP The Taste Of…, Ingin Konser di Indonesia!
Kendati telah menggarap berbagai lagu hits, Lafa mengaku tantangan terbesar justru muncul dari rasa overthinking dalam dirinya sendiri.
“Aku selalu berangkat dari rumah nggak tahu mau bikin apa. Jadi overthinking itu tantangan pertama. Nanti gimana ya sama mereka, nanti di studio gimana ya,” katanya menceritakan proses kreatifnya.
Single Pembuka dan Tanggal Rilis
Sebagai perkenalan, lagu “Seperti Angka 8” yang mempertemukan Feby Putri dan Matter Mos dipilih sebagai single pembuka dari EP ini. Tembang syahdu tersebut merangkum perjalanan hidup, kisah cinta, serta daya tahan saat melewati berbagai fase kehidupan di ibu kota.
“Saat pertama kali merantau ke Jakarta, aku merasa berjalan sendirian menuju tujuan yang kupikir sudah jelas. Ternyata aku harus melewati banyak jalan lain dulu hanya untuk bertahan hidup. Di perjalanan itu aku bertemu seseorang yang kemudian menemaniku hingga akhirnya kami jatuh hati dan menikah,” ungkap Feby Putri mengenang momen emosional di balik lagu tersebut.
Di samping itu, Lafa tidak menjadikan keuntungan finansial sebagai tolok ukur utama dari kesuksesan proyek teranyarnya ini.
“Aku nggak terlalu mikirin target ekonomi akan seperti apa. Buat aku bisa berkumpul sama musisi-musisi keren ini udah bersyukur. Yang penting pesan di musik ini bisa tersampaikan,” pungkasnya mantap.

Lagu Seperti Angka 8Â dipastikan rilis serentak di seluruh platform musik digital pada 4 Agustus 2026 mendatang. Sementara itu, video musik resmi untuk lagu pembuka tersebut dijadwalkan tayang di kanal YouTube pada 11 Agustus 2026.
Pendengar kini siap menyambut deretan enam trek kolaboratif yang menjanjikan warna musik segar dari 12 musisi hebat. Peluncuran mini album ini diprediksi bakal menjadi salah satu rilisan paling membanggakan di kancah musik independen Tanah Air.
