Sunday, November 8, 2026

Dituduh Lecehkan Siswa, Guru SMA Budhi Warman 2 Buka Suara: Itu Candaan Internal

Hypetoday.id – Kasus dugaan pelecehan verbal yang menyeret nama Dicky Anugerah Pratama, seorang tenaga pengajar di SMA Budhi Warman 2 Jakarta, kini memasuki babak baru. Setelah namanya viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, Dicky akhirnya muncul ke publik untuk memberikan klarifikasi. Bersama kuasa hukumnya, Syahrizal Aftar, ia meluruskan berbagai tuduhan miring yang dialamatkan kepadanya hingga berujung pada laporan polisi.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Dicky secara tegas membantah segala tuduhan mengenai tindakan asusila, baik itu yang bersifat fisik maupun verbal terhadap murid-muridnya. Kuasa hukum Dicky menyayangkan narasi yang berkembang di media sosial karena dianggap telah menghakimi kliennya secara sepihak tanpa adanya pembuktian hukum yang sah dan mengikat.

baca juga: Ngaku Rugi Rp 200 Miliar & Pernah Disekap, Debitur Bank Muamalat ‘Spill’ Masalah ke DPR

“Klien kami secara tegas menyatakan klien kami tidak pernah melakukan tindakan pelecehan verbal maupun fisik terhadap peserta didik manapun,” kata Syahrizal Aftar saat ditemui di kawasan Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Selain membantah isu pelecehan, pihak Dicky juga menyoroti prosedur pemberhentian yang dilakukan oleh pihak sekolah. Mereka merasa ada kejanggalan karena proses pemecatan dilakukan secara mendadak dan di luar jam kerja resmi. Dicky mengaku didatangi langsung ke rumahnya dan didesak untuk menandatangani surat pemberhentian tanpa diberi kesempatan membela diri.

“Bukan hari kerja, hari Sabtu sekitar jam sore, ada berapa oknum guru datang ke rumah dengan sedikit memaksa untuk segera ditandatangani surat pemberhentian ini,” ujar Syahrizal Aftar.

Mengenai bukti percakapan atau chat yang tersebar luas dan dijadikan dasar tuduhan, tim kuasa hukum memberikan penjelasan mengenai konteks pesan tersebut. Menurut mereka, percakapan itu terjadi di dalam grup WhatsApp internal yang bersifat tertutup dan privat. Isi pesan tersebut diklaim hanyalah candaan antar sesama anggota grup dewasa, bukan ditujukan kepada siswa.

Setelah namanya viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial, Dicky Anugerah Pratama akhirnya muncul ke publik. Foto by hypetoday.id

“Klien kami mengakui adanya beberapa percakapan yang tidak pantas dan telah menyampaikan penyesalan dan permohonan maaf. Namun demikian, percakapan tersebut ini tidak ditujukan kepada korban tertentu,” jelas Syahrizal Aftar.

Di sisi lain, Dicky Anugerah Pratama mengaku kondisi mentalnya sangat terguncang akibat kasus ini. Terlebih lagi, data pribadinya sempat disebarluaskan oleh akun-akun tidak bertanggung jawab di media sosial atau doxxing. Padahal, ia merasa selama dua tahun mengabdi sebagai guru Pendidikan Pancasila (PKN), ia selalu berusaha menjaga profesionalitas.

Dicky berharap klarifikasi ini bisa meluruskan kesalahpahaman yang terjadi di masyarakat. Ia kembali menegaskan bahwa selama ia berdiri di depan kelas dan berinteraksi dengan para siswa, tidak pernah ada niatan atau tindakan pelecehan seperti yang dituduhkan.

“Tidak ada pelecehan seksual secara verbal yang saya lakukan selama pas saya mengajar di situ,” tutur Dicky Anugerah Pratama.

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles