Hypetoday.id – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, mendadak ramai jadi sorotan pada Selasa (13/01/2026). Linda Susanti hadir membawa drama baru yang cukup serius dengan didampingi pengacara kondang, Deolipa Yumara. Kedatangan mereka bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencari kejelasan nasib aset jumbo milik Linda yang disita oleh lembaga antirasuah tersebut namun hingga kini belum ada tanda-tanda pengembalian.
Agenda utama kedatangan Linda kali ini adalah melakukan verifikasi data langsung di hadapan Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Langkah ini diambil karena Linda merasa sangat dirugikan secara materiil dan imateriel. Pasalnya, nilai aset yang disita dan seolah ‘menggantung’ statusnya itu jumlahnya sangat fantastis dan bikin geleng-geleng kepala.
baca juga: Drama Kelar, Elvin ‘Mister EV’ dan Dr. Song Resmi Baikan Tanpa Spill Ganti Rugi
“Total aset ini sekitar 500 miliar rupiah,” ucapnya saat ditemui di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (13/01/2026).
Meskipun datang dengan tuntutan keras, Linda menegaskan bahwa dirinya masih menghormati KPK sebagai institusi penegak hukum. Ia mengklarifikasi bahwa aksinya ini murni untuk memperjuangkan haknya sebagai warga negara. Linda menduga ada permainan kotor di balik layar yang menghambat proses hukumnya, sehingga transparansi kasus ini menjadi tanda tanya besar.
“Saya pribadi tidak menyerang lembaganya, tapi saya pribadi meminta dan memohon perhatian bahwa di sini ada penjahat, ada oknum di mana saya ini adalah rakyat yang butuh keadilan dan kebenaran,” jelas istri dari pengusaha ini.
Kecurigaan Linda semakin menebal karena ia merasa kasus yang menjeratnya seperti sebuah settingan. Ia menduga dirinya hanyalah korban “titipan” yang sengaja ditarik masuk ke dalam pusaran masalah oleh pihak-pihak tertentu. Menurutnya, ada desain khusus dari oknum penyidik untuk menyudutkan dirinya, meskipun upaya tersebut dinilai gagal karena minimnya bukti yang valid.

“Kalau penyidik itu ada by design ya. Jadi mungkin saya adalah titipan. Jadi saya adalah titipan, mungkin ada beberapa penyidik yang memang di dalam lembaga itu tidak semuanya penjahat, pasti ada orang baik, tapi khusus saya itu adalah by design jadi titipan dari oknum petinggi,” ujar Linda.
Untuk saat ini, Linda memang belum mau blak-blakan menyebut nama oknum tersebut di depan awak media. Namun, ia berjanji tidak akan tinggal diam dan siap membongkar semua nama yang terlibat pada momen yang lebih tepat. Rencananya, Linda akan membawa dugaan manipulasi hukum ini ke Rapat Dengar Pendapat (RDP) agar semuanya terbuka secara terang benderang.
“Nanti disebutkan di RDP (Rapat Dengar Pendapat), makanya teman-teman wartawan mudah-mudahan RDP ini bisa terlaksana dan saya akan sebutkan siapa saja oknum petinggi yang terlibat,” tegasnya.
