Jagat maya mendadak heboh saat presenter Ruben Onsu tagih uang proyek film secara terbuka kepada produser rekannya di media sosial. Pasalnya, mantan suami Sarwendah ini merasa geram karena hak finansial bernilai besar miliknya tak kunjung dilunasi.
Pria berusia 41 tahun tersebut secara gamblang menyentil nama petinggi 786 Production yakni Nebraajj Nicki melalui akun Instagram pribadinya. Selain itu, ayah tiga anak ini merasa pihak rekanan sengaja meremehkan urusan kesepakatan bisnis yang telah disetujui bersama.
Figur publik ternama ini terpaksa membawa konflik internal tersebut ke hadapan publik demi menuntut kejelasan haknya. Oleh karena itu, ia melayangkan sindiran pedas agar pihak bersangkutan segera menyelesaikan tanggung jawab finansial mereka.
Ruben mengawali tegurannya lantaran rekan bisnisnya tersebut selalu menyepelekan komitmen pembayaran. “Mana uang saya!!” tagihnya dengan nada berapi-api.
Dampak Fatal terhadap Perputaran Arus Kas Pribadi
Penundaan pelunasan hak finansial tersebut memicu dampak domino yang sangat merugikan bagi operasional bisnis sang artis. Pasalnya, arus kas pribadi Ruben kini mengalami kekacauan akibat janji pembayaran yang berulang kali diingkari.
Pembawa acara kondang ini menegaskan bahwa kemacetan dana tersebut menghambat kelancaran bisnis lainnya. “Dan uang saya yang belom juga bapak bayarkan!” semprotnya saat membeberkan kerugian operasionalnya.
Rasa kesal pengusaha kuliner ini kian membuncah ketika mengetahui film kolaborasi mereka telah resmi meluncur ke pasaran. Namun, sang produser justru menutup rapat detail penjualan karya tersebut ke platform Over-The-Top raksasa Netflix.
Alasan Ruben Onsu Tagih Uang dan Tuntut Kontrak Netflix
Ruben menanamkan investasi besar pada proyek layar lebar tersebut sebagai Executive Producer melalui bendera Smaradhana Pro. Di sisi lain, ia menduga adanya selisih nilai jual hak siar yang sengaja disembunyikan oleh pihak rumah produksi.
Eks pembawa acara komedi ini menuntut keterbukaan informasi atas profit yang sudah dikantongi mitra kerjanya. “Mana kontraknya??” cecarnya sembari menandai akun resmi rumah produksi terkait.
Sang pesohor mengaku menyesal karena terlalu polos mempercayai rekam jejak puluhan film yang kerap dipamerkan mitranya. Alhasil, rasa percaya tersebut kini berubah menjadi kekecewaan mendalam akibat dugaan manipulasi kesepakatan kerja sama.
Sikap Rumah Produksi dan Tuntutan Transparansi Bisnis
Ruben mengingatkan seluruh mitra kerjanya agar selalu menjunjung tinggi integritas dalam menjalankan kolaborasi profesional. Sementara itu, publik kini menyoroti etika bisnis perfilman tanah air pasca mencuatnya sengketa terbuka ini.
Pihak 786 Production maupun sosok Nebraajj Nicki belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tudingan penggelapan kontrak tersebut. Kendati demikian, sorotan publik tetap tertuju pada langkah lanjutan kala Ruben Onsu tagih uang haknya di ruang digital.
Hype Highlights:
- Ruben Onsu melayangkan teguran terbuka via Instagram Story kepada produser Nebraajj Nicki dari rumah produksi 786 Production terkait pembayaran proyek film.
- Macetnya pelunasan dana tersebut berakibat fatal pada arus kas (cash flow) pribadi Ruben yang berujung pada kekacauan perputaran modal operasionalnya.
- Ruben mempertanyakan transparansi nilai penjualan hak siar film garapan Smaradhana Pro yang telah resmi dibeli dan tayang di Netflix.
- Pihak 786 Production maupun produser yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan kontrak dan pembayaran tersebut.
