Rumah produksi Soraya Intercine Films resmi memperkenalkan jajaran pemeran baru untuk film 5 cm Revolusi Hati di Jakarta Pusat pada Selasa (22/9/2026). Proyek layar lebar ini menyorot kehidupan masa remaja Zafran jauh sebelum petualangan mendaki Mahameru bermula.
Pasalnya, sang produser Sunil Soraya merancang cerita ini sebagai prekuel otentik yang berfokus pada masa kelulusan SMP Zafran. Aktor belia Roman King kini memegang mandat besar untuk menghidupkan karakter puitis yang dulu melekat pada Herjunot Ali.
Sunil Soraya menegaskan bahwa Zafran belum mengenal lingkaran sahabat lamanya saat duduk di bangku sekolah menengah pertama. Oleh karena itu, penonton bakal menyaksikan dinamika pertemanan yang sepenuhnya baru bersama karakter-karakter remaja lain.
“Dan yang ada di 5 cm: Revolusi Hati ini ceritanya tentang Zafran waktu tahun terakhir SMP dengan teman-temannya sebelum dia ketemu Genta, Riani, Arial, Ian, dan lain-lain. Jadi, yang lain Zafran belum ketemu pada saat SMP sesuai dengan bukunya, ya kan,” tutur produser Soraya Intercine Films tersebut.
Eksplorasi Bawah Laut di Film 5 cm Revolusi Hati
Berbeda dari film pendahulunya yang mempopulerkan lanskap pegunungan, sekuel masa lalu ini justru menantang ganasnya perairan laut lepas. Sementara itu, sutradara Emil Rahadi memboyong seluruh kru dan pemain menjalani proses syuting intensif di kawasan Banyuwangi selama dua bulan.
Selain itu, pihak rumah produksi sengaja membangun tangki air berteknologi hidrolik demi meminimalisasi penggunaan efek visual komputer atau CGI. Keputusan teknis ini menuntut seluruh jajaran aktor belia menjalani latihan fisik berat agar mampu berakting prima di tengah ombak liar.
“Kalau laut sangat berbahaya karena laut itu luas. Dan kami juga ada adegan badai dan lain-lain di tengah laut,” jelas Sunil Soraya mengenai medan pengambilan gambar.
Totalitas Cast Muda Meraih Lisensi Selam Profesional
Namun, para pemeran remaja seperti Bimasena dan Ali Fikry menyambut tantangan berbahaya tersebut dengan persiapan yang sangat matang. Mereka melahap berbagai program pelatihan khusus selama berbulan-bulan sebelum meluncur langsung ke lokasi perairan lepas.
“Iya, jadi kita sempat nyoba scuba, scuba tuh yang pakai tabung oksigen di belakang, dan juga kita coba free dive, dan dua-duanya kita dapat lisensi sekarang. Iya, dua-duanya kita dapat dan pokoknya enaknya preparation syuting ala Soraya tuh menurut aku kayak gitu,” ujar Bimasena bangga.
BACA JUGA:Â Rayakan Penayangan Film Istimewa, Ribuan Anak Disabilitas Nobar Serentak Se-Indonesia
Selanjutnya, aktris muda Olivia Morrison mengakui kehadiran tim penyelamat profesional dan Basarnas membuat para pemain merasa sangat terlindungi. Pengawasan ketat tersebut memicu rasa percaya diri para bintang Gen Z untuk menuntaskan adegan bawah laut tanpa rasa cemas.
Pembuktian Generasi Baru Tanpa Beban Masa Lalu
Di sisi lain, deretan aktor anyar ini sempat menghadapi gelombang komentar pedas dari warganet sebelum proses syuting rampung. Kendati demikian, mereka memilih menyerap keraguan publik sebagai pemantik energi positif guna membuktikan kualitas akting di depan kamera.
“Untuk aku sih ya aku ngerti di film ee 5 senti ee 5 senti pertama itu karakternya Zafran itu lumayan ikonik, ya. Cuman pas mulai proses ee reading sama semua itu, Pak Sunil selalu bilang kayak, ‘Kan ini prekuel. Jadi, mendingan cari sendiri Zafran kamu kayak gimana,'” tutur Roman King.
Alhasil, kesungguhan para pemeran muda ini siap menghadirkan napas baru bagi semesta film 5 cm Revolusi Hati saat tayang di bioskop mendatang. Penonton kini tinggal menantikan bagaimana kisah awal Zafran mampu menyalakan kembali api persahabatan anak muda di seluruh penjuru Tanah Air.
Hype Highlights:
- Film 5 cm: Revolusi Hati bertindak sebagai prekuel resmi yang mengangkat kisah masa SMP Zafran sebelum bertemu geng 5 cm legendaris.
- Roman King resmi terpilih sebagai pemeran Zafran versi muda, didampingi sederet talenta baru seperti Bimasena, Ali Fikry, Olivia Morrison, Rachel Aseelah, dan Ronggo Vercaemer.
- Produksi film menggeser fokus lanskap dari gunung ke eksplorasi ekosistem laut lepas dan sabana di kawasan Banyuwangi selama dua bulan.
- Para pemeran utama menjalani pelatihan selam ekstrem hingga berhasil mengantongi lisensi resmi scuba diving dan free diving (SSI/PADI).
