Sunday, November 8, 2026

Pamerkan Budaya Lokal, Devara Tampil Memukau di ASEAN Fashion Festival 2026

Panggung peragaan busana bergengsi ASEAN Fashion Festival 2026 resmi membuka pintunya di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta Selatan, pada Jumat (18/9). Pasalnya, perhelatan internasional perdana untuk kategori anak dan remaja ini menyedot antusiasme tinggi berkat penampilan memukau belasan talenta muda.

Ajang bergengsi tingkat regional ini mempertemukan sebanyak 15 desainer terkemuka dari berbagai negara Asia Tenggara selama tiga hari penuh. Selain itu, festival tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat jaringan industri kreatif sekaligus memperkenalkan kekayaan wastra nusantara ke kancah global.

Salah satu penampil yang mencuri sorotan tajam adalah Devara Naidawati Elvaretta, model belia yang melenggang membawakan karya tujuh desainer berbeda sekaligus. Remaja berdarah Jawa Tengah ini bahkan rela menjalani jadwal padat dari pagi hingga malam demi menampilkan performa terbaiknya di atas runway.

Misi Melestarikan Wastra Nusantara di Tengah Arus Budaya Barat

Dara kelahiran Jakarta berusia 14 tahun ini menaruh kepedulian mendalam terhadap eksistensi warisan leluhur di kalangan generasi seusianya. Oleh karena itu, ia memilih panggung mode ini sebagai media konkret untuk menyuarakan kecintaannya terhadap batik dan kain tradisional Indonesia.

“Nah, sedangkan aku nggak mau kayak gitu. Jadi aku pengen tetap memelestarikan budaya Indonesia,” tutur siswi kelas 3 SMP tersebut saat ditemui di Lippo Nusantara, Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (18/9).

Sebelum memukau penonton di atas panggung, sang peraga busana belia turut menampilkan tarian nusantara yang ia pelajari secara kilat dalam semalam. Di sisi lain, ia bangga mengenakan balutan busana karya Institut Kesenian Jakarta (IKJ) serta ragam selendang bermotif etnik yang anggun.

Profesionalitas Tinggi di Balik Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

Kelancaran penampilan di atas catwalk tentu tidak lepas dari persiapan matang dan dedikasi luar biasa seluruh tim produksi festival. Sementara itu, Devara melontarkan apresiasi tinggi atas kesigapan kru serta desainer yang menyediakan fasilitas tata rias dan data busana secara profesional.

“Dan sangat-sangat krunya all effort banget. Desainer-desainer pun kayak effort-effort banget, make up semuanya udah disediakan,” jelasnya penuh antusias.

BACA JUGA: Ajak Fans Manggung di Tur Anomali rumahsakit 2026: Ini Belum Pernah Dilakukan

Disiplin tinggi memang menjadi modal utama sang model muda dalam menaklukkan panggung bertaraf internasional ini. Alhasil, seluruh rangkaian gladi resik yang melelahkan terbayar lunas lewat tepuk tangan meriah penonton yang memadati arena pertunjukan.

Pesan Positif untuk Generasi Muda Penggiat Mode

Keberhasilan tampil dalam tujuh sesi rancangan desainer berbeda kian mematangkan jam terbang Devara di industri modeling profesional. Selanjutnya, ia berharap festival ini memicu semangat anak-anak muda lain untuk berani mengeksplorasi potensi diri tanpa melupakan akar budaya bangsa.

“Terus berkembang dan terus berkarya buat Indonesia! Bye! Thank you, Kak,” pungkasnya seraya melambaikan tangan dengan ramah.

Devara Naidawati Elvaretta tampil memukau di panggung ASEAN Fashion Festival 2026.
Foto by hypetoday.id

Kiprah inspiratif generasi muda di panggung ASEAN Fashion Festival 2026 membuktikan bahwa kreativitas lokal mampu bersanding sejajar dengan tren global. Kendati demikian, komitmen anak muda dalam melestarikan budaya tradisional tetap menjadi kunci utama agar pesona identitas bangsa tidak pernah pudar.

Hype Highlights:

  • Perhelatan Perdana: ASEAN Fashion Festival (AFF) 2026 resmi berlangsung pada 18–20 September di Lippo Nusantara, Semanggi, sebagai ajang mode internasional pertama di Indonesia khusus anak dan remaja.
  • Kolaborasi Regional: Menghadirkan karya busana dari 15 desainer lintas negara se-Asia Tenggara untuk mendorong kemajuan industri kreatif regional.
  • Aksi Memukau Devara: Model belia berusia 14 tahun, Devara Naidawati Elvaretta, tampil prima memperagakan busana dari 7 desainer berbeda, termasuk rancangan etnik dari IKJ dan Michelle Liu.
  • Misi Pelestarian Budaya: Keikutsertaan talenta muda menjadi langkah nyata membendung arus westernisasi dengan mempromosikan kain batik dan tarian nusantara ke level internasional.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles