Sunday, November 8, 2026

Kena Boikot Hollywood, Susan Sarandon Bela Palestina Tanpa Rasa Takut!

Aktris legendaris Hollywood Susan Sarandon bela Palestina secara konsisten kendati harus menelan pil pahit kehilangan berbagai proyek film bergengsi di industri sinema global. Bintang peraih Piala Oscar tahun 1996 tersebut secara blak-blakan membongkar fakta boikot industri saat menghadiri ajang Venice Film Festival 2026 di Italia.

Dilansir dari The Guardian pada Rabu, 8 September 2026, aktris senior berusia 79 tahun itu mengungkap keberadaan agensi yang melarang produser untuk mempekerjakannya. Pasalnya, lingkaran kekuasaan di Hollywood masih menutup pintu rapat-rapat bagi pesohor yang vokal menyuarakan keadilan bagi warga Gaza.

Kendati menghadapi boikot keras dari para petinggi studio besar, Susan Sarandon justru memanen gelombang cinta dari publik internasional. Selain itu, sang pemeran film legendaris Thelma & Louise ini merasakan sambutan hangat dari masyarakat luas yang kini makin melek kemanusiaan.

Bongkar Realitas Pahit Dapur Hollywood

Selebritas kawakan ini menegaskan bahwa nasib serupa juga menimpa para pekerja seni lain yang berani bersuara membela Palestina. Oleh karena itu, Susan menyoroti jurang pemisah yang lebar antara studio raksasa dan sineas independen dalam memandang isu kemanusiaan ini.

“Jadi, semua tergantung apakah itu studio besar atau bukan. Saya rasa hal ini tidak hanya terjadi pada saya, tetapi juga orang lain yang diberitahu bahwa mereka tidak mungkin bisa terlibat dalam proyek film tersebut,” ucap Susan.

Keberanian Andrea Pallaoro Menembus Boikot Industri

Di tengah kepungan boikot tersebut, sutradara asal Italia Andrea Pallaoro menunjukkan keberanian luar biasa dengan tetap menggaet Susan Sarandon. Alhasil, sang sineas mempercayakan peran utama penyanyi senior dalam karya terbarunya bertajuk The Echo Chamber kepada sang aktris tanpa memedulikan berbagai ancaman industri.

Susan Sarandon pun menyampaikan rasa terima kasih mendalam karena sang sutradara bergeming menghadapi intimidasi pihak-pihak berpengaruh. Sementara itu, film yang mengadaptasi naskah peninggalan maestro Bernardo Bertolucci ini resmi berkompetisi merebut piala Golden Lion di Venice Film Festival.

Benturan Opini Publik dan Kuasa Pengaruh Zionis

Sang aktris mengamati terjadinya pergeseran empati yang masif di kalangan masyarakat global terhadap penderitaan rakyat Palestina. Namun, ia menegaskan bahwa para pemegang kendali di industri perfilman Hollywood sama sekali belum melunakkan sikap keras mereka.

“Saya melihat memang ada perubahan dari segi pemahaman publik terhadap situasi ini. Namun, di industri saya masih ada posisi-posisi ber pengaruh yang dipegang teguh oleh kelompok Zionis, dan mereka belum melunakkan sikapnya terhadap saya,” bebernya.

BACA JUGA: Geram Sarwendah Dituduh Ambil Uang Rp 3 Miliar, Siap Seret Penyebar Hoaks AI ke Polisi!

Gelombang pemboikotan terhadap Susan Sarandon bermula ketika agensi bakat raksasa United Talent Agency (UTA) memutus kontraknya secara sepihak pada tahun 2023. Selanjutnya, pemecatan dramatis itu meletup usai Susan menyampaikan pidato kemanusiaan dalam aksi unjuk rasa pro-Palestina di New York.

Kendati terusir dari lingkaran elit Hollywood, pemeran utama Dead Man Walking ini membuktikan integritas moralnya jauh lebih berharga daripada gemerlap karier. Kini, publik dunia menantikan malam puncak pengumuman penghargaan Golden Lion pada 12 September 2026 sebagai panggung pembuktian karya terbarunya.

Hype Highlights:

  • Boikot Terbuka: Susan Sarandon mengaku masih terus kehilangan tawaran peran film akibat sikap tegasnya membela kemerdekaan Palestina.
  • Pemecatan oleh UTA: Agensi bakat papan atas Hollywood, United Talent Agency (UTA), telah mendepak sang aktris sejak aksi demonstrasinya pada akhir 2023.
  • Dukungan Sineas Indie: Sutradara Andrea Pallaoro mengabaikan ancaman industri demi memasang Susan sebagai bintang utama film The Echo Chamber.
  • Panggung Pembuktian: Film The Echo Chamber sukses menembus kompetisi utama Venice Film Festival 2026 untuk memperebutkan penghargaan prestisius Golden Lion.
yusuf
yusufhttp://www.hypetoday.id
Lelaki yang suka berpetualang dan bersosialisasi

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles