Kabar buruk buat kamu yang hobi jajan produk impor karena skandal minyak goreng karsinogenik sedang meledak di Taiwan. Perusahaan Zhonglian Oils & Fats ketahuan memproduksi minyak salad kedelai dengan kandungan zat pemicu kanker yang sangat tinggi.
Kejadian ini sudah berlangsung selama satu bulan lebih dan bikin geger masyarakat di wilayah Asia. Otoritas setempat menemukan kadar zat benzo[a]pyrene (BaP) pada produk tersebut jauh melampaui batas aman nasional.
Investigasi mengungkap bahwa perusahaan hilir Namchow Oils & Fats sengaja menyembunyikan temuan berbahaya ini selama 48 hari. Mereka baru berani melapor ke pemerintah pada akhir Juni 2026 setelah produknya tersebar luas ke pasaran.
Baca Juga:Â Gokil! Ini Daftar Kota Paling Tajir di Dunia Tahun 2025
Fakta mengejutkan menyebutkan bahwa produk olahan yang memakai minyak bermasalah ini sudah terbang ke berbagai negara besar. Jepang, Amerika Serikat, Kanada, hingga Selandia Baru menjadi tujuan ekspor dari minyak yang tercemar tersebut.
Negara-negara di Asia termasuk Indonesia kini mulai memasang mode waspada tingkat tinggi untuk mengantisipasi masuknya produk ini. Pemerintah sedang berupaya keras mencegah jangan sampai warga mengonsumsi bahan pangan yang mengandung karsinogenik tersebut.
Berdasarkan hasil uji internal, konsentrasi zat berbahaya dalam minyak goreng itu mencapai angka fantastis yakni 8,1 μg/kg. Padahal standar kesehatan internasional menetapkan batas maksimal hanya sebesar 2,0 μg/kg saja bagi konsumsi manusia.
Dampak skandal ini merembet ke lebih dari 1.000 pelaku usaha mulai dari restoran hingga kantin sekolah. Partai oposisi di Taiwan pun melancarkan kritik pedas karena menilai pemerintah sangat lambat dalam menangani masalah keamanan pangan.

Presiden Taiwan Lai Ching-te akhirnya turun tangan langsung untuk meredam kekacauan yang mengancam keselamatan publik tersebut. Ia menetapkan instruksi khusus agar seluruh produk yang berkaitan dengan minyak salad kedelai itu segera dimusnahkan.
“1. Menghentikan seluruh produksi serta melakukan investigasi menyeluruh; 2. Menarik seluruh produk utama dari peredaran; 3. Menarik secara preventif produk-produk turunan serta membuka informasi kepada publik; 4. Menjatuhkan sanksi secara tegas kepada pihak yang bertanggung jawab, tanpa toleransi,” ujar Presiden Lai Ching-te.
Jaksa penuntut kini tengah menyidik pihak Zhonglian Oils & Fats atas dugaan pelanggaran berat undang-undang keamanan pangan. Pemerintah menjatuhkan hukuman paling besar sepanjang sejarah untuk memberikan efek jera kepada para pelaku bisnis nakal tersebut.
