Sunday, November 8, 2026

Ogah Main Action karena Faktor Usia, Dimas Aditya Malah Belajar Isyarat Kilat!

Dimas Aditya kembali menunjukkan totalitasnya dalam berakting melalui film thriller psikologis Juminten Edan yang penuh ketegangan. Ayah satu anak ini memerankan Manto, pria penyayang yang berjuang keras mempertahankan keutuhan keluarganya dari ancaman masa lalu.

Pemeran utama film Ritual ini mengaku mulai selektif dalam memilih peran, terutama yang melibatkan adegan fisik berat. Ia secara terang-terangan menolak tawaran adegan laga karena merasa kondisi fisiknya sudah tidak semuda dua dekade lalu.

Baca Juga: Horor Nyata di Set Juminten Edan, Dimas Aditya Dengar Teriakan Pasung!

“Gue nggak tahu, memang gue… passion gue nggak di action sih. Itu aja. Gue juga ngerasa udah mulai tua sih. He-eh, gue dulu mungkin pas zaman-zaman 20 tahun yang lalu oke lah. Nah sekarang gue udah kayak ngerasa untuk badan gue agak kurang worth it gue harus dibanting-banting ya gitu, dipukul-pukul. Jadi ya…” ucap Dimas Aditya saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (16/7/2026).

Meskipun menghindari adegan action, Dimas justru mendapatkan tantangan baru berupa penguasaan bahasa isyarat dalam waktu singkat. Sutradara Dedi Mercy meminta Dimas menguasai kemampuan tersebut hanya dalam waktu tiga hari sebelum proses pengambilan gambar dimulai.

“Wah, gila sih kalau belajarnya tiga hari saya. Pak Dedi tuh. Karena dari awal sebenarnya enggak, karakternya ternyata perkembangan. Pak Dedi awalnya tuh nanya, ‘Nih Pak saya perlu belajar bahasa isyarat enggak?’ ‘Oh enggak enggak, karakternya Juminten tuh cuma tunawicara, dia enggak tunarungu.’ Jadi sebenarnya dia bisa mendengar. Oke. Tiba-tiba pas mau last minute dia berubah nih, ‘Kayaknya kita bikin dia sedikit tunarungu deh Mas Dimas karakternya.’ Jadi Mas Dimas harus belajar bahasa isyarat. Itu kan kayak… untungnya Pak Dedi ya. Kalau lebih muda dari gue tuh gue enggak tahu tuh entar nasibnya. Cuman ‘Oke oke Pak, oke.’ Akhirnya belajar dengan cepat ya mau enggak mau ya, instan,” tutur Dimas Aditya.

Dimas merasa sangat terbantu dengan feel emosional karakter yang sudah ia bangun sejak masa persiapan awal. Spontanitas tersebut membuat gerakan tangannya menjadi lancar saat melakoni adegan marah menggunakan bahasa isyarat yang sulit.

Ia juga menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan Anneke, aktris senior yang telah lama vakum dari industri perfilman tanah air. Keduanya harus menyamakan pola akting agar kolaborasi mereka tetap selaras dengan gaya film yang semi modern.

Foto by instagram @jumintenedan

Aktor yang memulai karier sejak 2008 ini mengaku sudah tidak mengejar popularitas yang berlebihan dalam setiap proyek filmnya. Ia lebih mengutamakan kecocokan jadwal dan honor yang sesuai sejak dirinya menyandang status sebagai kepala keluarga.

Ketegangan dalam film ini semakin terasa nyata karena lokasi syuting yang memiliki aura mistis dan latar belakang cerita yang kelam. Penonton akan disuguhkan akting memukau Dimas dalam melindungi istrinya yang terjebak dalam pusaran trauma masa kecil yang mencekam.

“Jadi begitu pas udah take, latihan sekali, kita latihan dua kali gitu terus tiba-tiba pas main adegan yang marah-marah pakai bahasa isyarat tiba-tiba selesai. Kita tanya sama coach-nya, sama si pelatihnya yang ngajarin bahasa isyarat, ‘Aman,’ dia bilang gitu. ‘Semua kok bisa Mas?’ Nggak tahu. Karena emosi udah bangun ya, jadi tiba-tiba keluar aja tuh bahasa isyaratnya,” katanya.

Sinopsis & Jadwal Tayang

Juminten Edan mengisahkan Juminten (Meisya Amira), seorang perempuan penyandang disabilitas rungu dan wicara yang kembali ke pulau tempat kelahirannya bersama sang suami, Manto (Dimas Aditya). Di sana, ia harus membongkar misteri kelam keluarganya sekaligus menghadapi trauma masa lalu yang kembali menghantui. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 Juli 2026.

Emran
Emranhttp://hypetoday.id
Suka membaca, menulis dan mencoba hal baru

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest Articles