Unit indie pop legendaris rumahsakit resmi mengumumkan konser Anomali Tour 2026 untuk menyapa para pendengar setia mereka di tiga kota besar pada Desember mendatang. Grup musik asal Jakarta tersebut sengaja merancang panggung ini demi membawakan deretan lagu langka yang belum pernah tampil secara langsung.
Inisiatif pertunjukan istimewa ini bermula dari banyaknya permintaan Pasien—sebutan akrab penggemar mereka—yang membanjiri kolom komentar media sosial. Pasalnya, sang vokalis Arief Bakrie bersama rekan-rekannya kerap terbentur durasi setlist festival yang sangat terbatas.
Drummer Fadly Wardhana mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang panggung festival membuat banyak repertoar emas mereka terlewatkan. Oleh karena itu, quintet musik ini memilih menggelar panggung mandiri dengan durasi yang lebih leluasa.
“Akhirnya kita putusin ayok dey bikin tur sendiri bawain lagu lagu yang jarang dibawain. Rencananya tuh akan dibagi 3 segmen, segala macam,” kata Fadly saat jumpa pers di Senayan Park, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).
Eksplorasi Repertoar B-Side di Tiga Titik Pulau Jawa
Promotor Crowdmakers.live siap mengawal jalannya rangkaian tur unik ini melintasi tiga kota terpilih di Pulau Jawa. Selain itu, pihak promotor menargetkan kehadiran hingga dua ribu penonton pada setiap kota persinggahan.
Rombongan musisi senior ini akan memulai tur di Yogyakarta pada 5 Desember 2026 sebelum bergeser menghibur publik Bandung sepekan kemudian. Selanjutnya, Dome Senayan Park Jakarta Pusat terpilih menjadi arena penutup spektakuler dengan konsep ruang terbuka pada 19 Desember 2026.
BACA JUGA:Segera Terbang ke Jakarta, Andika Tanggapi Kangen Band Bubar Santai
Pemilihan tajuk tur juga mencerminkan keberanian mereka dalam mendobrak kebiasaan panggung musik arus utama. Pasalnya, pembetot bas Shandy Adam mengakui proses penentuan konsep tersebut sempat memicu diskusi internal yang sangat intens.
“Karena ini tur membawakan lagu lagu yang jarang atau gak pernah dibawakan, lagu lagu side B ini kita kira apa ya. Karena anomali itu kan identik sesuatu yang tidak biasa,” jelas Shandy mengenai filosofi penamaan tur tersebut.
Kejutan Spesial dalam Konser Anomali Tour 2026
Para personel telah merancang aransemen anyar agar materi lawas era 90-an terdengar lebih segar di telinga generasi muda. Di sisi lain, mereka menyiapkan sentuhan orkestra mini serta mengajak pahlawan musik lokal setempat untuk membuka setiap gelaran.
Para penonton nantinya dapat merasakan pengalaman interaktif lewat instalasi Wall of Hope yang memproyeksikan pesan harapan ke layar panggung. Sementara itu, kelompok musik ini juga menantang para penggemar terpilih untuk beraksi langsung di atas panggung melalui sesi jamming khusus.

Foto by hypetoday.id
Keyboardist Mickey Nayoan memastikan bahwa rangkaian showcase ini berfokus menyajikan pengalaman musikal yang intim dan berkesan. Namun, para personel memilih realistis terkait peluang reuni dengan deretan mantan anggota band pada panggung kali ini.
“Sebenernya eks personel rumah sakit udah 3-4 orang. Kebetulan agak sulit ngajak ngeband lagi,” tutur Mickey saat menerangkan formasi penampil.
Apresiasi Mendalam untuk Militansi Para Pasien
Tur berskala nasional ini menjadi wujud terima kasih terbesar atas loyalitas luar biasa para pendengar lintas generasi selama puluhan tahun. Kendati demikian, kelompok musik indie ini berjanji bakal menyajikan setlist berdurasi sekitar dua jam penuh tanpa henti.
Pihak promotor dan seluruh personel kini terus mematangkan latihan intensif menjelang hari pembukaan tur pada akhir tahun nanti. Alhasil, perhelatan konser Anomali Tour 2026 siap menjadi panggung temu kangen paling emosional bagi seluruh komunitas pecinta musik indie Tanah Air.
Hype Highlights
- Konser Anomali Tour 2026 menyambangi tiga kota besar: Yogyakarta (5 Desember), Bandung (12 Desember), dan Jakarta (19 Desember).
- Konsep utama tur berfokus pada katalog B-Side atau lagu-lagu legendaris yang jarang maupun belum pernah dibawakan di panggung reguler.
- Format panggung menghadirkan sajian istimewa mulai dari aransemen orkestra mini, kolaborasi musisi lokal, hingga instalasi interaktif Wall of Hope.
- Penggemar berkesempatan tampil satu panggung bersama personel rumahsakit melalui tantangan jamming session media sosial di tiap kota.
