Penyanyi papan atas Mahalini tampil di Bangor Fest Vol. 4 yang berlangsung meriah di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026). Pelantun tembang hits berusia 26 tahun itu tetap menunjukkan performa profesional membawakan delapan lagu unggulan meskipun kondisi fisiknya sedang menurun drastis.
Keputusan istri musisi Rizky Febian ini untuk tetap naik panggung murni lahir dari rasa tanggung jawab penuh terhadap promotor serta ribuan penonton. Selain itu, pemilik nama lengkap Ni Luh Ketut Mahalini Raharja tersebut tidak ingin membatalkan jadwal yang sudah terikat kesepakatan sejak jauh-jauh hari.
“Seneng banget tadi, tentunya seneng banget ngelihat eh di terik panasnya, walaupun sore tadi cukup panas ya, cukup udaranya cukup gak ada tadi. Tapi temen-temen semua yang nonton eh pada semangat untuk nonton dan stay sampai akhir. Terus pada antusiasnya hebat-hebat banget, pada sing along, nyanyi bareng semuanya gitu,” ucap Mahalini saat ditemui usai tampil di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga:Â Adzam Punya Bapak Baru, Sule Santai dan Ungkap Sikap Rizky Febian
Penyanyi bertalenta ini bahkan mengalami kejadian langka sepanjang kariernya karena sempat kehilangan suara akibat serangan virus beberapa hari sebelum panggung helatan tersebut. Oleh karena itu, ia terpaksa menjalani tindakan medis khusus berupa suntikan suara serta terapi vitamin intensif sebelum beraksi.
“Jadi sebelum ke sini tuh tadi aku udah suntik, aku udah… udah suntik suara. Kalau penyanyi biasanya bilang ke dokternya suntik suara gitu, nah udah tahu dokternya ngasihnya apa gitu. Nah itu suntikannya cukup sakit, tapi sangat membantu aku hari ini untuk suaranya keluar dibanding kemarin gitu,” jelas Lini secara jujur.
Totalitas Mahalini Tampil di Bangor Fest Menyulap Rasa Sakit Jadi Energi Panggung
Lebih lanjut, ibu satu anak ini memangkas daftar lagunya menjadi delapan judul saja demi menjaga stamina vokal secara realistis. Selanjutnya, panggung festival musik skala besar memang selalu menjadi wadah katarsis paling ampuh bagi dirinya untuk melepaskan segala kepenatan hidup.
“Karena festival itu bisa menyalurkan hati aku. Entah aku lagi sedih, atau entah aku lagi happy, di festival tuh aku ngerasa aku bisa kayak melepaskan semua isi hati, bisa melepaskan semua mungkin keseharian aku yang sedang penat. Nah itu bisa aku tuangkan di festival gitu,” urai penyanyi kelahiran Bali tersebut.

Di sisi lain, helatan akbar yang mengusung tema The Magnificent 7 Years Journey of Bangor ini tidak hanya menyajikan pertunjukan musik spektakuler. Acara tahunan ini turut memecahkan Rekor MURI serta meluncurkan inovasi menu kuliner terbaru bagi masyarakat tanah air.
Kehadiran deretan musisi top lain seperti Bernadya, .Feast, Hindia, hingga Aldi Taher makin menyemarakkan atmosfer festival di area Gelora Bung Karno. Namun, aksi heroik Lini yang berjuang melawan sakit sukses menjadi buah bibir utama para pengunjung.
